Abcmarathinews.com – Isu perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Tatar Sunda atau sebutan sejenisnya belakangan ramai diperbincangkan publik. Namun, Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono, dengan tegas membantah adanya usulan resmi baik dari legislatif maupun eksekutif terkait perubahan nama tersebut. Ono, yang juga mewakili daerah pemilihan Pantai Utara (Pantura) Jabar, menegaskan bahwa kabar tersebut tidak berdasar pada proposal resmi dari Gubernur maupun DPRD.
Ono tidak menampik bahwa wacana ini bermula dari surat yang diajukan oleh Komunitas Pengkaji Penggantian Nama Provinsi Jawa Barat kepada Ketua DPRD Jawa Barat Buky Wibawa. Usulan ini kemudian ditindaklanjuti dengan audiensi. Hasilnya, Ketua DPRD menerbitkan nota dinas kepada Komisi I agar dilakukan pengkajian awal terhadap aspirasi tersebut sesuai mekanisme yang berlaku.

Selanjutnya, Komisi I bersama perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali melakukan audiensi dengan komunitas pengusul guna mendalami materi yang disampaikan. Ono menekankan bahwa persetujuan yang diberikan mayoritas fraksi di dewan hanyalah untuk menindaklanjuti kajian, bukan menyetujui perubahan nama provinsi.
"Hampir mayoritas fraksi di dewan hanya setuju untuk menindaklanjuti kajiannya. Jadi bukan langsung setuju mengubah nama Provinsi Jawa Barat, tetapi setuju dilakukan kajian yang lebih mendalam dan komprehensif," tegas Ono. Ia menambahkan, kajian mendalam tersebut harus mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari yuridis, historis, sosiologis, budaya, hingga dampak ekonomi, mengingat Jawa Barat adalah provinsi yang kaya akan keragaman budaya, meliputi masyarakat Sunda, Betawi, dan Cirebon.
Senada dengan Ono Surono, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga memastikan bahwa pemerintah provinsi tidak akan melakukan perubahan nama. Melalui laman media sosial Instagramnya, Dedi dengan tegas menyatakan bahwa isu perubahan nama menjadi Tatar Sunda hanyalah karangan belaka.
"Kami tegaskan bahwa ada yang melempar wacana membuat cerita-cerita di media sosial, akan ada perubahan nama Jawa Barat jadi Tatar Sunda. Saya katakan seluruh rangkaian itu adalah karangan orang lain. Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan fokus terus bekerja, tidak akan mengurusi perubahan nama. Namanya tetap Jawa Barat," ujar Dedi, mengakhiri spekulasi yang beredar.




