Abcmarathinews.com – Jombang, Jawa Timur, akan menjadi pusat perhatian Nahdlatul Ulama (NU) pada tahun 2026. Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, yang terletak di Kabupaten Jombang, telah resmi ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan Muktamar NU ke-35. Forum tertinggi organisasi Islam terbesar di Indonesia ini dijadwalkan berlangsung pada 27 hingga 30 Agustus 2026. Keputusan penting ini diambil oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), memicu persiapan intensif di kalangan pengurus pesantren dan warga nahdliyin setempat.
Menyusul penetapan tersebut, Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum (YPPBU) Tambakberas segera bergerak cepat. Sebuah rapat koordinasi internal tertutup digelar selama lebih dari satu jam, dipimpin langsung oleh Ketua YPPBU, KH Abdurrozaq Sholeh, yang akrab disapa Gus Rozaq. Pertemuan strategis ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk keluarga besar pendiri NU, KH Abdul Wahab Chasbullah, mantan Bupati Jombang Mundjidah Wahab, mantan Ketua Umum PP IPNU Mujtahidur Ridho, Rais Syuriah PCNU Jombang KH Achmad Hasan, Ketua Fatayat Jombang Laitun Ni’mah, serta Wakil Rektor Universitas Wahab Hasbullah (Unwaha) Fatchullah Malik, dan anggota keluarga besar lainnya.

Gus Rozaq menjelaskan bahwa tim kecil telah dibentuk untuk menindaklanjuti keputusan PBNU ini. Fokus utama rapat adalah membahas kesiapan infrastruktur, lokasi kegiatan, hingga akomodasi bagi ribuan peserta yang diperkirakan akan hadir. "Dari sisi infrastruktur, kami sangat optimistis Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas siap menyambut para muktamirin dari berbagai penjuru Indonesia," tegas Gus Rozaq di sela rapat koordinasi.
Diperkirakan sekitar 6.000 orang akan memadati Jombang selama muktamar berlangsung, terdiri dari peserta resmi, peninjau, serta tamu undangan. Seluruh elemen pesantren telah menyatakan komitmen penuh untuk memberikan pelayanan terbaik. "Hasil rapat internal kami menegaskan bahwa seluruh keluarga besar pesantren akan berupaya maksimal menjadi tuan rumah yang baik. Prioritas utama kami adalah memberikan pelayanan optimal kepada seluruh muktamirin," tambahnya.
Berbagai fasilitas pendukung telah disiapkan, meliputi area bazar, tempat istirahat yang nyaman, dan lahan parkir yang memadai. Salah satu proyek krusial yang sedang dikebut adalah pembangunan area parkir seluas sekitar dua hektare di kawasan Tambakberas Timur. Sementara itu, lokasi utama pelaksanaan muktamar akan dipusatkan di Gedung Serbaguna (GSG) Haji Hasbullah Said, sebuah fasilitas modern di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum yang sebelumnya telah digunakan untuk menyambut tamu-tamu penting berskala nasional.
Gus Rozaq mengungkapkan bahwa penunjukan Bahrul Ulum sebagai tuan rumah bermula dari inisiatif pesantren yang mengajukan diri kepada PBNU. Usulan ini kemudian ditindaklanjuti dengan survei mendalam dan penilaian oleh tim PBNU, hingga akhirnya Tambakberas dinyatakan layak menjadi lokasi penyelenggaraan. "Kami hanya memiliki semangat untuk bisa berkontribusi menyukseskan Muktamar NU ke-35. Alhamdulillah setelah dilakukan survei oleh tim PBNU, pesantren dinyatakan layak menjadi tuan rumah. Tinggal ada beberapa penyempurnaan kecil yang sedang kami selesaikan," jelasnya. Untuk kebutuhan akomodasi, para muktamirin akan ditempatkan di sejumlah gedung madrasah di bawah naungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, yang semuanya telah melalui proses survei dan dinilai layak sebagai tempat menginap.
Dukungan penuh juga datang dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang. Ketua PCNU Jombang, KH Fahmi Amrullah, menyambut baik penunjukan PPBU Tambakberas dan menegaskan kesiapan pihaknya untuk membantu panitia pusat menyukseskan agenda nasional ini. "Pondok pesantren di sekitar Tambakberas, seperti Denanyar, Tebuireng, dan Rejoso Peterongan, insyaallah juga siap membantu," kata Fahmi.
Warga nahdliyin di Jombang sangat bersyukur atas kepercayaan yang diberikan kepada PPBU Tambakberas. Fahmi berharap kegiatan ini dapat berjalan aman, lancar, dan menghasilkan kepengurusan organisasi yang bersih dan visioner. Pelaksanaan Muktamar ke-35 NU di Jombang juga memiliki nilai historis yang kuat, mengingat Jombang adalah tanah kelahiran para pendiri Nahdlatul Ulama, yaitu KH Hasyim Asyari, KH Wahab Chasbullah, dan KH Bisri Syansuri. "Kami siap menyambut para tamu yang datang dari berbagai daerah, bahkan dari Pengurus Cabang Istimewa (PCI) yang ada di luar negeri. Tentu kita akan mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya," pungkas pengasuh Pondok Pesantren Putri Tebuireng Jombang ini.
Keputusan resmi penetapan lokasi dan waktu muktamar ini dibacakan langsung oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Ahyar saat memimpin rapat gabungan Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU di Jakarta. Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf, atau Gus Ipul, menambahkan bahwa rapat tersebut tidak hanya menetapkan lokasi, tetapi juga memastikan waktu pelaksanaan muktamar. "Selain menetapkan lokasi muktamar, rapat juga memutuskan pelaksanaan muktamar digelar pada 27 sampai 30 Agustus 2026," ujar Gus Ipul melalui keterangan tertulisnya kepada abcmarathinews.com. Dengan demikian, Jombang dan seluruh elemen nahdliyin kini bersatu padu mempersiapkan diri menyambut perhelatan akbar ini.




