Kapolri Murka Besar Perintahkan Sikat Bandar Narkoba

Kapolri Murka Besar Perintahkan Sikat Bandar Narkoba

Abcmarathinews.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh jajarannya untuk menindak tanpa kompromi para bandar maupun gembong narkoba. Perintah ini menyusul insiden tragis meninggalnya seorang anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Katingan, Aipda Yudhie Perdana Putra, saat berupaya menangkap bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Katingan Tengah, Katingan, Kalimantan Tengah.

"Lakukan tindakan tegas terukur terhadap bandar atau gembong narkoba yang melawan upaya penegakan hukum. Apalagi membahayakan jiwa petugas atau masyarakat," ujar Kapolri dalam keterangannya yang diterima abcmarathinews.com.

Kapolri Murka Besar Perintahkan Sikat Bandar Narkoba
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Jenderal Sigit menegaskan bahwa tindakan keras terhadap seluruh jaringan narkoba ini merupakan upaya fundamental untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia dari bahaya laten narkotika. "Karena mereka (bandar narkoba) adalah penghancur generasi yang harus diberantas untuk menyelamatkan masyarakat dari dampak bahaya narkoba yang bisa merusak generasi masyarakat dan bangsa," jelasnya.

Lebih lanjut, Kapolri menyoroti pentingnya menjaga generasi bangsa, terutama dalam menghadapi momentum bonus demografi yang akan datang. Ia menekankan bahwa generasi muda harus benar-benar dijaga dari ancaman dan dampak buruk narkoba.

Sebelumnya, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, menjelaskan kronologi insiden yang menewaskan Aipda Yudhie. Peristiwa tragis itu terjadi ketika Satresnarkoba Polres Katingan menindaklanjuti informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei. Penyelidikan mengarah pada seorang target operasi berinisial BIO, yang diketahui merupakan residivis kasus narkotika. Sebanyak 12 personel kemudian diterjunkan dalam operasi tersebut.

Setibanya di lokasi, tim dibagi menjadi dua kelompok. Tim pertama bertugas melakukan penindakan di rumah target, sementara tim kedua bersiaga di lokasi lain sebagai unsur pendukung. Ketika proses penangkapan berlangsung, target berhasil diamankan. Namun, situasi mendadak memanas saat beberapa orang di dalam rumah dan warga sekitar melakukan perlawanan sengit menggunakan senjata tajam, termasuk parang.

Kondisi semakin tak terkendali seiring bertambahnya massa yang menyerang dengan senjata tajam dan bahkan senjata api rakitan. Akibat situasi yang semakin membahayakan, personel berupaya menyelamatkan diri sambil meminta bantuan penebalan personel. Sejumlah anggota terpaksa berenang menyeberangi sungai dan berlindung di kawasan hutan untuk menghindari amukan massa.

Nahas, Aipda Yudhie ditemukan meninggal dunia dengan luka parah akibat senjata tajam. Sementara itu, dua personel lainnya, Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, dilaporkan masih dalam pencarian oleh tim gabungan. Insiden ini menjadi pemicu utama kemarahan Kapolri dan perintah tegas untuk memberantas bandar narkoba hingga ke akar-akarnya.

Follow Us

Klik untuk Ikuti kami di Google News

Terkait

Terkini