Abcmarathinews.com – Sebuah insiden tragis mengguncang Dusun 1 Desa Negri Agung, Kecamatan Gunung Pelindung, Lampung Timur, ketika seorang pria bernama Pendi (42) tewas ditembak oleh tetangganya sendiri, Andi Rustam, pada Kamis lalu. Peristiwa berdarah ini dipicu oleh perselisihan sepele terkait pembagian undangan pesta khitanan, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat korban.
Menurut informasi yang berhasil dihimpun, awal mula kejadian bermula ketika Andi Rustam, yang akrab disapa Popon, meminta bantuan Pendi untuk menyebarkan undangan khitanan anaknya yang rencananya akan digelar pada Selasa, 7 Juli 2026. Beberapa hari kemudian, Popon menanyakan perkembangan penyebaran undangan yang telah ia serahkan kepada Pendi.

Mengingat keterbatasannya dalam membaca, Pendi berinisiatif menyerahkan undangan-undangan tersebut kepada seorang temannya agar dibantu disebarkan. Penjelasan Pendi inilah yang rupanya menyinggung perasaan Popon, memicu kesalahpahaman yang berujung pada perdebatan sengit. Dalam puncak emosinya, Popon secara tiba-tiba mencabut senjata api dan menembak Pendi.
Nahas, Pendi langsung meregang nyawa di lokasi kejadian. Ia menderita luka tembak serius di bagian kepala dan kehilangan banyak darah sebelum sempat mendapatkan pertolongan medis. Setelah melakukan aksi penembakan tersebut, pelaku segera melarikan diri dari tempat kejadian, meninggalkan warga dalam keadaan geger dan panik. Warga yang terkejut kemudian melaporkan peristiwa ini kepada aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Gunung Pelindung.
Tak berselang lama setelah menerima laporan, petugas dari Polsek Gunung Pelindung dan Polres Lampung Timur segera tiba di lokasi. Mereka langsung melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengevakuasi jasad Pendi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung, serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi. Saat ini, kasus kekerasan bersenjata api ini masih dalam penanganan serius oleh aparat kepolisian Polres Lampung Timur. Selain memburu pelaku yang buron, polisi juga bersiaga di lokasi guna meredam potensi konflik lanjutan.
Hasan, salah seorang kerabat korban, membenarkan peristiwa penembakan yang mengakibatkan Pendi meninggal dunia. Hasan mengaku baru mengetahui kabar duka ini pada siang hari setelah dihubungi oleh kerabatnya, lantaran saat itu ia sedang berada di Kota Bandar Lampung untuk suatu keperluan. "Saya dapat kabar dari paman korban melalui telepon siang tadi sekitar pukul 13.00 WIB. Katanya, korban Pendi meninggal ditembak oleh Popon, panggilan akrab pelaku Andi Rustam ini," tutur Hasan.
Hasan menambahkan bahwa ia tidak mengetahui secara persis kronologi kejadian yang menimpa Pendi. Namun, berdasarkan cerita yang ia terima, tragedi ini bermula dari masalah undangan pesta khitanan. "Pelaku menanyakan kepada korban, apakah undangannya sudah dibagikan atau belum. Korban menjawab sudah, tapi dititipkan. Mungkin hal itu membuat pelaku emosi, hingga terjadi peristiwa berdarah yang mengakibatkan korban meninggal dunia akibat luka tembak di kepala," jelas Hasan. Ia juga mengungkapkan bahwa pelaku dan korban sebenarnya masih memiliki hubungan keluarga, di mana istri korban merupakan saudara sepupu dari pelaku. "Jenazah korban saat ini masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Bandar Lampung. Kami sekeluarga dan tetangga masih menunggu kedatangan jenazah korban," imbuhnya.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Lampung Timur, AKP M Iksir, saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa penembakan tersebut. Kendati demikian, ia belum bisa menjelaskan secara detail mengenai kronologi maupun motif pasti dari penembakan itu. "Benar, tapi untuk detail kronologis peristiwa dan motif sebenarnya nanti diinfokan lebih lanjut. Mohon bersabar, karena saat ini masih dalam proses penyelidikan," kata AKP M Iksir melalui pesan singkat WhatsApp kepada abcmarathinews.com.



