Drama Mencekam Penggerebekan Narkoba Polisi Gugur

Drama Mencekam Penggerebekan Narkoba Polisi Gugur

Abcmarathinews.com – Sebuah operasi penindakan narkoba di wilayah Katingan, Kalimantan Tengah, berakhir tragis dengan gugurnya seorang anggota kepolisian. Aipda Yudhie Perdana Putra, dari Satuan Reserse Narkoba Polres Katingan, tewas dalam insiden mencekam saat menyergap bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah. Tak hanya itu, dua rekan Yudhie, Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, dilaporkan menghilang dan hingga kini masih dalam pencarian.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, menjelaskan bahwa peristiwa berdarah ini bermula dari informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran sabu di lokasi tersebut. Setelah serangkaian penyelidikan mendalam, petugas berhasil mengidentifikasi seorang target operasi berinisial BIO, yang ternyata merupakan residivis kasus narkotika. Sebanyak dua belas personel diterjunkan dalam misi berbahaya ini.

Drama Mencekam Penggerebekan Narkoba Polisi Gugur
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Tim dibagi menjadi dua kelompok, dengan satu tim bergerak langsung ke rumah target untuk melakukan penangkapan, sementara tim lainnya bersiaga sebagai unsur pendukung di lokasi terpisah. Awalnya, operasi berjalan lancar; target berhasil diamankan. Namun, situasi mendadak berubah menjadi kacau. Beberapa individu di dalam rumah, didukung oleh warga sekitar, melancarkan perlawanan sengit menggunakan senjata tajam, termasuk parang.

Keadaan semakin tidak terkendali saat massa yang menyerang terus bertambah, bahkan menggunakan senjata api rakitan. Dalam kondisi terdesak, para anggota kepolisian berusaha menyelamatkan diri sambil meminta bantuan tambahan personel. Sebagian petugas terpaksa terjun ke sungai dan berenang menyeberang, mencari perlindungan di kawasan hutan lebat demi menghindari amukan massa yang beringas.

Nahas, Aipda Yudhie Perdana Putra ditemukan meregang nyawa dengan luka-luka akibat senjata tajam. Sementara itu, Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana masih belum ditemukan dan terus dicari oleh tim gabungan yang dikerahkan.

Brigjen Eko Hadi Santoso menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya Aipda Yudhie yang berdedikasi tinggi dalam tugas memberantas peredaran narkotika. Ia menegaskan komitmen Bareskrim untuk memberikan dukungan penuh kepada jajaran Polda Kalimantan Tengah dan Polres Katingan. Dukungan tersebut mencakup upaya pencarian intensif terhadap dua anggota yang hilang, pengamanan wilayah, serta pengungkapan tuntas jaringan narkotika dan para pelaku penyerangan terhadap aparat kepolisian.

Lebih lanjut, Brigjen Eko menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap setiap operasi pemberantasan narkotika. Tujuannya adalah memastikan seluruh personel memiliki kesiapan maksimal dalam menghadapi berbagai potensi ancaman di lapangan. "Setiap pelaksanaan penindakan harus dipersiapkan secara matang, mulai dari perencanaan operasi, pemetaan potensi ancaman, hingga kekuatan personel dan perlengkapan. Keselamatan anggota merupakan prioritas tanpa mengurangi ketegasan dalam pemberantasan narkotika," ujarnya, menggarisbawahi pentingnya keselamatan tanpa mengorbankan ketegasan dalam memerangi kejahatan narkoba.

Follow Us

Klik untuk Ikuti kami di Google News

Terkait

Terkini