Abcmarathinews.com – Suasana haru dan penuh sukacita menyelimuti Asrama Haji Sudiang Makassar, Sulawesi Selatan, saat rombongan jemaah haji kelompok terbang (kloter) 5 dari Kabupaten Gowa tiba di tanah air. Namun, di antara momen emosional tersebut, ada satu hal yang mencuri perhatian dan membuat Bupati Gowa, Husnia Talenrang, terkesima: penampilan busana para jemaah yang begitu nyentrik dan berkilauan.
Sebanyak 392 jemaah haji kloter 5 Embarkasi Makassar ini telah menuntaskan ibadah suci mereka dan kembali ke pelukan keluarga. Bupati Husnia Talenrang tak dapat menyembunyikan rasa bangga dan kebahagiaannya. "Hari ini bukan hanya keluarga yang merasakan suka cita, tetapi saya selaku perwakilan pemerintah daerah dan pribadi merasa sangat bangga dan bahagia menyambut kembali bapak ibu sekalian di kampung halaman," ujar Husnia dengan hangat di lokasi penyambutan.

Keunikan busana ‘bling-bling’ ini bukan tanpa alasan. Para jemaah memang telah mempersiapkan dan mengenakan pakaian mencolok tersebut sejak keberangkatan mereka ke Tanah Suci, dan kini kembali memamerkannya saat menginjakkan kaki di tanah air. Bupati Husnia menambahkan, "Saat pelepasan dulu, semua jemaah mengenakan seragam yang sama. Namun, hari ini, saya kesulitan membedakan satu per satu karena aura mereka yang begitu sejuk, berseri, dan terpancar nuansa keislaman yang lebih mendalam."
Konfirmasi mengenai asal-usul busana unik ini datang dari salah satu jemaah, Kartini Kamaruddin Ramadan. Ia menjelaskan bahwa persiapan busana ‘bling-bling’ tersebut telah dilakukan jauh sebelum keberangkatan. "Pakaian ini sudah kami siapkan dan jahit di Indonesia, kemudian kami bawa serta ke Tanah Suci untuk dikenakan pada momen-momen spesial seperti kepulangan ini," ungkap Kartini.
Tak hanya busana yang memukau, Kartini juga berbagi cerita mengenai buah tangan yang dibawanya dari Makkah untuk keluarga tercinta. "Tentu saja, kami membawa oleh-oleh untuk keluarga di rumah. Ada kurma, air zamzam, cokelat khas Makkah, dan yang unik, ada juga air zamzam yang dikemas bersama boneka unta. Kira-kira ada lima boneka unta yang saya bawa," tuturnya dengan senyum.
Dari total 393 jemaah haji asal Kabupaten Gowa yang tergabung dalam kloter 5, satu jemaah atas nama Nursidah Sinrang Sijarrah (58) dilaporkan meninggal dunia di Madinah selama masa ibadah. Kepergian almarhumah menjadi duka tersendiri di tengah suka cita kepulangan rombongan.




