Gubernur Malut Curi Perhatian Prabowo Bak Bintang

Gubernur Malut Curi Perhatian Prabowo Bak Bintang

Abcmarathinews.com – Gemuruh sambutan masyarakat yang luar biasa saat kehadiran Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, di Puncak Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo baru-baru ini, sukses mencuri perhatian Presiden RI Prabowo Subianto. Momen menarik ini terjadi ketika Prabowo menyampaikan pidato dan menyapa satu per satu kepala daerah yang hadir dalam acara akbar tersebut.

Ketika nama Sherly Tjoanda disebut oleh Prabowo, sontak lokasi acara dipenuhi sorak sorai dan tepuk tangan meriah dari ribuan warga yang hadir. "Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda," ujar Prabowo, yang langsung disambut antusiasme tinggi dari hadirin.

Gubernur Malut Curi Perhatian Prabowo Bak Bintang
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Prabowo terlihat tersenyum lebar menyaksikan reaksi hangat dari masyarakat. Setelah sorakan mereda, ia melanjutkan pidatonya. Sherly Tjoanda sendiri tampak berdiri dengan senyum mengembang, membalas sapaan Prabowo dan sambutan meriah dari hadirin. "Seperti menang Piala Citra," seloroh Prabowo, menggambarkan betapa istimewanya sambutan yang diterima Sherly.

Sherly Tjoanda diketahui baru saja dilantik sebagai Gubernur Maluku Utara setelah berhasil memenangkan pertarungan di Pilkada 2024. Ia maju bersama pasangannya, Sarbin Sehe, mengalahkan tiga kandidat lainnya dengan dukungan dari berbagai partai besar seperti Partai Demokrat, PAN, PPP, PKB, hingga Gelora.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo Subianto juga tidak ketinggalan melontarkan kritik pedas kepada para pakar yang dinilainya tidak memiliki semangat patriotisme terhadap kepentingan bangsa. Ia secara spesifik menyoroti pandangan pakar yang mendukung kebijakan impor beras, yang menurutnya merugikan petani di Indonesia.

"Banyak pakar-pakar yang merasa dirinya pintar, sampai sekarang masih beranggapan dirinya paling cerdas, mengatakan untuk apa kita membela petani Indonesia," tegas Prabowo dalam pidatonya.

Menteri Pertahanan itu kemudian berbagi pengalaman pribadinya saat masih menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Kala itu, ia pernah menemui Menko Perekonomian yang dijabat Aburizal Bakrie untuk menyampaikan aspirasi penolakan terhadap rencana impor beras oleh pemerintah.

Menurut Prabowo, langkah impor beras hanya akan menghancurkan kesejahteraan petani Indonesia, terutama jika dilakukan menjelang masa panen. "Apalagi impor beras pada saat petani mau panen, hancur harga untuk petani. Petani kita tidak bisa untung, tidak kembali modal," jelasnya. Ia menambahkan bahwa aspirasinya kala itu justru ditolak oleh salah satu penasihat Aburizal yang bersikeras mendorong kebijakan impor beras tersebut.

Follow Us

Klik untuk Ikuti kami di Google News

Terkait

Terkini