Abcmarathinews.com – Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea kembali membuat gebrakan dengan menyerukan ajakan terbuka kepada sejumlah konglomerat ternama dan tokoh politik, termasuk Presiden terpilih Prabowo Subianto serta Prajogo Pangestu, untuk menyumbangkan dana bagi pengobatan YTR, korban penyekapan dan penyiksaan brutal selama tiga tahun. Ajakan ini disampaikan Hotman setelah melihat langsung kondisi korban yang memprihatinkan.
Melalui sambungan video dengan tim pengacaranya yang berada di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Hotman mengaku sangat terenyuh melihat kondisi YTR. "Kondisi korban sangat benar-benar menyedihkan," ungkap Hotman, menekankan urgensi bantuan mengingat keluarga korban juga berasal dari kalangan yang sangat sederhana.

Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Hotman secara spesifik menyebut beberapa nama besar yang pernah menjadi kliennya. Ia meminta Tahir dari Mayapada Group, Prajogo Pangestu, Tomy Winata, Peter Sondakh, hingga Franky Widjaja untuk menyisihkan masing-masing Rp500 juta. Tak hanya itu, Hotman juga menargetkan Presiden terpilih Prabowo Subianto dan adiknya, Hashim Djojohadikusumo, untuk memberikan sumbangan dengan jumlah yang sama. "Mantan klien saya Prabowo Subianto kirim 500 juta, adiknya Hashim kirim 500 juta," tegasnya. Anggota DPR dan DPRD pun tak luput dari seruannya, diminta menyumbangkan Rp5 juta dari gaji mereka. "Inilah saatnya kesempatan bagi kamu menyumbangkan," tambahnya.
Di sisi lain, pemerintah melalui Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin telah memastikan bahwa seluruh biaya pengobatan YTR (29) akan ditanggung sepenuhnya. Korban saat ini menjalani perawatan intensif di RS Kementerian Kesehatan Hasan Sadikin, Bandung, Jawa Barat. Budi Gunadi menjelaskan bahwa YTR akan menjalani serangkaian tindakan medis, termasuk rekonstruksi wajah, untuk memulihkan diri dari kekerasan yang dilakukan oleh kekasihnya, Taufik Hidayat. "Yang bersangkutan sekarang sudah dirawat di rumah sakit Kementerian Kesehatan di Bandung, RS Hasan Sadikin. Kami akan merawat sampai rekonstruksi," ujar Budi.
Kementerian Kesehatan juga telah berkoordinasi erat dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) serta pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya. Penanganan korban dipastikan akan bersifat komprehensif, tidak hanya mencakup aspek medis, tetapi juga pemulihan psikologis dan dukungan ekonomi. "Untuk masalah ekonominya itu ditangani oleh pemerintah daerah, untuk masalah sosialnya itu ditangani oleh Kementerian PPA dan kita bertiga sudah berkoordinasi," pungkas Budi, menegaskan komitmen pemerintah dalam pemulihan total YTR.




