Abcmarathinews.com – Pemerintah, melalui Kementerian Sosial (Kemensos), berkolaborasi dengan platform Penjaga Harapan, tengah menggarap sebuah film pendek inspiratif yang mengangkat tema "Sekolah Rakyat". Inisiatif ini dirancang sebagai medium kuat untuk menyebarkan nilai-nilai program dan menegaskan kehadiran negara dalam memberikan harapan baru bagi masyarakat yang membutuhkan.
Film berdurasi sekitar 25 menit ini akan menuturkan kisah transformatif seorang anak dari wilayah Cariu dan sekitarnya, yang berhasil bangkit dari kondisi kemiskinan ekstrem berkat kesempatan yang diberikan oleh Sekolah Rakyat. Mengusung pesan mendalam "dari gelap menuju terang", film ini menyoroti berbagai aspek penting: mulai dari harapan baru bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, akses pendidikan tanpa hambatan ekonomi dan zonasi, pembentukan karakter, keterampilan, serta kepercayaan diri, hingga peran vital negara dalam mendukung masyarakat miskin.

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo, dalam sebuah audiensi bersama perwakilan Kementerian Sekretariat Negara dan tim kreatif Penjaga Harapan di Kantor Kementerian Sosial, menegaskan dukungan penuhnya terhadap proyek ini. "Jika ini kita mulai, harus berhasil. Ini bukan sekadar produksi, tapi bagaimana masyarakat bisa melihat bahwa negara hadir dan memberi harapan nyata," ujar Agus Jabo. Ia menambahkan, Kemensos siap menyediakan segala dukungan yang diperlukan dalam proses produksi, termasuk akses lokasi, data, serta koordinasi dengan unit terkait.
Lebih lanjut, Agus Jabo menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat bukanlah tujuan akhir, melainkan instrumen penting yang disediakan negara. "Sekolah Rakyat ini bukan tujuan, tapi alat yang disediakan negara agar anak-anak dari keluarga miskin bisa mewujudkan cita-citanya dan keluarga mereka bisa tergraduasi dari kemiskinan," tegasnya.
Doni Adhitia, Koordinator Konten Penjaga Harapan, menggarisbawahi bahwa proyek ini merupakan kerja kolaboratif untuk membawa nilai ideologis Sekolah Rakyat ke ruang publik. "Kami berharap film ini menjadi upaya bersama untuk menghadirkan empati dan pemahaman bahwa program ini benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat," kata Doni. Senada, Direktur Utama Penjaga Harapan, Wildanshah, melihat film ini sebagai jembatan komunikasi kebijakan yang lebih "membumi" dan mudah dipahami publik, dengan pendekatan dramatik yang menonjolkan transformasi tanpa mengeksploitasi penderitaan.
Rencananya, sebuah trailer film berdurasi sekitar 30 detik juga akan dipersiapkan untuk didistribusikan melalui berbagai kanal publik, termasuk videotron. Produksi film ini direncanakan berlangsung selama tiga hari, didasari oleh riset mendalam dan konsultasi intensif bersama Kemensos serta komunitas film. Diharapkan, proyek ini tidak hanya memperluas keterlibatan komunitas perfilman dalam menyampaikan program strategis pemerintah, tetapi juga memperkuat pemahaman publik bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan kunci utama dalam pengentasan kemiskinan.




