Abcmarathinews.com – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada warganya menyusul genangan air dan banjir yang melanda sejumlah titik di ibu kota Jawa Timur itu selama dua hari berturut-turut. Insiden ini memicu keprihatinan, namun Eri memastikan bahwa seluruh upaya penanganan telah dan akan terus dioptimalkan demi menjaga aktivitas warga tetap berjalan normal.
"Saya mohon maaf kepada warga Surabaya atas ketidaknyamanan yang terjadi. Saat ini kami bekerja maksimal di lapangan," tegas Eri dalam sebuah keterangan tertulis. Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah mengerahkan segala daya untuk mengatasi genangan yang muncul akibat curah hujan deras.

Menurut Eri, intensitas hujan yang sangat tinggi dan merata sejak dini hari terjadi di luar pola musim yang seharusnya, mengingat Surabaya kini memasuki periode kemarau. Situasi ini diperparah oleh sejumlah pekerjaan pembangunan dan normalisasi saluran drainase yang sedang berlangsung di berbagai lokasi strategis seperti Jalan Ahmad Yani, Tanjungsari, Simo, MERR, Imam Bonjol (rumah pompa Dinoyo), hingga Rungkut.
Dalam proses pengerjaan, sebagian saluran memang terpaksa ditutup sementara untuk mempercepat pembangunan infrastruktur. "Dalam situasi seperti ini, kami dihadapkan pada dua pilihan, menghentikan proyek atau tetap melanjutkan untuk kepentingan jangka panjang. Kami memilih tetap berjalan, sambil memaksimalkan penanganan di lapangan," jelasnya. Penutupan ini, lanjutnya, membuat aliran air tidak optimal saat hujan deras tiba-tiba mengguyur.
Faktor lain yang memperberat penanganan adalah kondisi pasang air laut. Tingginya muka air laut menghambat aliran sungai menuju laut, bahkan dalam beberapa kondisi, air yang telah dipompa kembali terdorong ke daratan, membuat sistem pembuangan air tidak bekerja maksimal.
Untuk mempercepat penanganan, Pemerintah Kota Surabaya telah mengerahkan 21 unit mobil pemadam kebakaran (PMK) serta sekitar 10 kendaraan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan perangkat daerah terkait. "Seluruh armada tersebut dan kami telah keliling sejak dini hari untuk melakukan penyedotan air di titik-titik rawan genangan," imbuh Eri. Sebagai langkah antisipasi, fungsi boezem atau kolam tampungan sementara juga dimaksimalkan sebagai penyangga debit air, serta sejumlah lahan dioptimalkan sebagai tampungan tambahan.
Abcmarathinews.com melaporkan bahwa sejumlah titik banjir mulai menunjukkan tanda-tanda surut pada pagi hari, meskipun beberapa lokasi masih dalam proses penanganan, terutama di area yang terdampak kerusakan dinding penahan sungai. Pemkot Surabaya menegaskan bahwa proyek drainase yang sedang berjalan bukanlah proyek mangkrak, melainkan bagian integral dari pembangunan infrastruktur pengendalian banjir jangka panjang yang ditargetkan rampung sebelum puncak musim hujan pada November-Desember mendatang.
Kepala Bidang Drainase DSDABM Surabaya, Adi Gunita, menambahkan bahwa penanganan banjir telah dilakukan secara optimal. Kondisi pasang air laut sejak dini hari memang menjadi kendala utama, menghambat kinerja rumah pompa. Fenomena backwater atau aliran balik juga terjadi di beberapa kawasan seperti Tanjungsari, Tambak Mayor, Greges, hingga Petekan, dengan elevasi air yang berangsur turun. Petugas juga terus mengecek saluran drainase untuk memastikan tidak ada sumbatan dan mengerahkan armada penyedot air ke titik-titik terdampak.
Wali Kota Eri Cahyadi memastikan seluruh tim tetap siaga hingga kondisi kembali normal, sembari terus melakukan evaluasi dan penyesuaian di lapangan agar penanganan genangan lebih optimal, serta memperkuat sistem drainase kota untuk jangka panjang.




