Abcmarathinews.com – Kabar gembira datang dari penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, khususnya bagi jemaah asal Jawa Timur. Kementerian Haji dan Umrah mengumumkan penurunan signifikan angka kematian jemaah haji dari provinsi tersebut di Tanah Suci. Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, mengungkapkan bahwa jumlah jemaah wafat menurun drastis dari 107 orang pada musim haji sebelumnya menjadi 77 orang tahun ini, menandai penurunan sekitar 28 persen.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Gus Irfan, sapaan akrab Mochamad Irfan Yusuf, di sela-sela acara penutupan operasional pemulangan jemaah haji Indonesia di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. "Alhamdulillah, penurunan ini cukup merata, termasuk di Jawa Timur yang mencatat 77 jemaah wafat dari 107 tahun lalu, artinya berkurang 30 orang atau sekitar 28 persen," ujarnya dengan nada syukur.

Meski demikian, Gus Irfan tidak berpuas diri. Ia menegaskan bahwa angka tersebut, meskipun menggembirakan, belum mencapai target ideal yang diharapkan oleh Kementerian Haji. "Ini belum angka yang ideal menurut kami. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan upaya agar angka kematian bisa ditekan lebih jauh," imbuhnya.
Tren positif ini juga tercermin secara nasional, di mana Kementerian Haji mencatat penurunan tingkat kematian jemaah secara keseluruhan sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, Gus Irfan kembali menekankan bahwa hasil ini belum sepenuhnya memuaskan. Sebagai langkah antisipasi dan perbaikan, ia berjanji akan memperketat pelaksanaan istitha’ah atau pemeriksaan kesehatan jemaah secara menyeluruh untuk musim haji 2027. "Meskipun kita berhasil menurunkan tingkat kematian sekitar 20 persen lebih tahun ini, ini belum cukup. Kami akan lebih ketat lagi dalam memastikan istitha’ah kesehatan jemaah," tegasnya.
Secara nasional, Gus Irfan memaparkan, total 367 jemaah haji dan satu petugas haji tercatat meninggal dunia di Arab Saudi selama musim haji tahun ini. "Angka ini, menurut kami, masih tergolong cukup besar, meskipun jauh lebih rendah dibandingkan data tahun-tahun sebelumnya," jelasnya.
Ia menambahkan, bagi para jemaah yang berpulang, doa terbaik dipanjatkan agar mereka meraih husnul khatimah. Pihak Kementerian Haji juga akan membantu keluarga jemaah dalam proses pengajuan klaim asuransi jiwa.
Selain data kematian, Kementerian Haji juga mencatat masih ada puluhan jemaah yang tengah menjalani perawatan intensif di berbagai rumah sakit di Arab Saudi. Total 60 jemaah tersebar di tiga kota suci: 7 di Jeddah, 31 di Madinah, dan 22 di Mekah.
Menanggapi berbagai dinamika selama musim haji, Gus Irfan menegaskan komitmennya untuk meninjau secara menyeluruh setiap aspek penyelenggaraan, termasuk standar istitha’ah kesehatan. Sebuah forum evaluasi komprehensif dijadwalkan akan berlangsung selama tiga hari mulai akhir pekan ini. "Kami akan mengevaluasi secara keseluruhan semua aspek yang telah kami lakukan dalam penyelenggaraan haji tahun ini," tutupnya.




