Abcmarathinews.com – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, dengan tegas meminta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas misteri di balik kematian RYS (50), seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Bangkalan. RYS ditemukan tak bernyawa di dalam mobil dinasnya di area parkir Bandara Internasional Juanda, Surabaya, sebuah insiden yang memicu seruan agar kasus ini segera terang benderang.
Lukman Hakim menekankan pentingnya transparansi dalam proses hukum agar tidak menimbulkan spekulasi atau pertanyaan liar di masyarakat. "Harapan kami yang paling utama adalah agar masalah ini segera terungkap, khususnya terkait meninggalnya salah satu pegawai kami," ujar Lukman. Ia melanjutkan, "Semoga segera terungkap dan tuntas, sehingga tidak ada lagi pertanyaan, tidak ada persepsi yang keliru, dan penyelesaian secara hukum dapat berjalan jernih." Bupati juga menambahkan bahwa pihak keluarga korban telah menyerahkan sepenuhnya pengusutan kasus ini kepada pihak kepolisian. Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Lukman menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga RYS, mendoakan ketabahan dan ketenangan bagi almarhumah.

Kecurigaan Keluarga dan Sosok Misterius
Namun, di balik permintaan pengusutan tuntas, keluarga RYS mengendus adanya kejanggalan serius di balik kematian sang sekretaris dinas. Kuasa hukum keluarga, Risang Bima Wijaya, mengungkapkan kecurigaan ini bukan tanpa dasar. Pihak keluarga, menurut Risang, telah diperlihatkan rekaman CCTV oleh kepolisian, yang menampilkan sosok pria misterius.
Rekaman CCTV di gerbang masuk bandara menunjukkan mobil dinas korban bernomor polisi M 1090 GP dikendarai oleh seorang pria. Pria tersebut, yang tampak sendirian, terekam jelas saat mengambil tiket parkir. Ciri-cirinya cukup teridentifikasi: mengenakan masker putih, kaus biru, kacamata minus, dan berambut ikal. Menariknya, RYS sama sekali tidak terlihat di kursi penumpang sebelah kiri. Risang menduga, posisi jok penumpang tempat korban ditemukan memang sengaja direbahkan sejak awal agar tubuh RYS tidak terlihat dari luar kendaraan.
Kejanggalan berlanjut pada rekaman CCTV di area parkir. Pria yang sama terlihat meninggalkan kendaraan seorang diri, tanpa ada satu pun orang yang keluar dari sisi jok penumpang. Diduga, pria misterius itu kemudian meninggalkan Bandara Juanda menggunakan taksi.
Barang Hilang dan Indikasi Kematian Tak Wajar
Tak hanya rekaman CCTV, barang-barang pribadi korban juga menjadi sorotan. Sejumlah perhiasan yang biasa dikenakan RYS, seperti gelang dan kalung, tidak ditemukan saat jenazah diautopsi. Anting sebelah kiri juga diketahui lepas, yang diduga akibat benturan benda tumpul. Hanya anting kanan dan cincin di tangan kiri yang diserahkan kepada keluarga. Sementara itu, dompet dan ponsel korban dilaporkan masih aman dan telah diamankan penyidik. Ponsel korban diyakini Risang sebagai kunci utama untuk mengidentifikasi pelaku, mengingat riwayat panggilan dan pesan terakhir.
Dari serangkaian fakta yang terkumpul, Risang Bima Wijaya meyakini bahwa Tempat Kejadian Perkara (TKP) sebenarnya bukan di Bandara Juanda. Ia menduga, bandara tersebut hanya dijadikan lokasi pembuangan jenazah korban yang telah meninggal di tempat lain. Hasil autopsi sementara pun memperkuat kecurigaan keluarga akan kematian yang tidak wajar. "Ada indikasi kekerasan dan indikasi kematian yang tidak wajar. Diungkapkan di situ lazim ditemukan pada korban mati lemas, kekurangan oksigen, asfiksia," jelas Risang. Ia juga mengisyaratkan bahwa penyidik telah mengidentifikasi pelaku, meskipun belum ada pengumuman resmi.
Penyelidikan Polisi dan Penemuan Jenazah
Menanggapi kasus ini, Aparat Polresta Sidoarjo melalui Kasat Reskrim AKP Siko menyatakan bahwa pihaknya masih terus mendalami kasus tersebut. Tim telah diterjunkan ke TKP untuk melakukan penyelidikan intensif. Tim Inafis dan Polsek Sedati juga telah dikerahkan, sementara jenazah RYS dilarikan ke RS Pusdik Bhayangkara Porong Sidoarjo untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Jenazah RYS pertama kali ditemukan oleh sejumlah pengemudi taksi online yang biasa mangkal di Bandara Juanda pada Rabu siang. Mereka curiga karena mobil dinas tersebut mengeluarkan bau busuk dan meneteskan cairan tak lazim di bagian bawahnya. Saksi mata, Bagus Tri, menuturkan bahwa saat diperiksa dari kaca jendela, terlihat seorang perempuan tak bernyawa di dalam mobil, dalam posisi duduk bersandar di kursi depan sebelah kiri. Kondisi jenazah saat itu sudah membengkak, kaku, mengenakan baju kuning dan jilbab, dengan perut membesar.
"Teman saya yang melihat langsung teriak, dan teman-teman yang lain lari terus pas melihat ternyata ada orangnya, di sebelah kiri depan, sebelah sopir, duduk tiduran, kondisinya bengkak, perempuan berjilbab pakai baju kuning," cerita Bagus. Para pengemudi taksi online itu segera memanggil petugas keamanan bandara. Bagus menyebut, mobil tersebut diduga sudah terparkir di lokasi selama empat hari sebelum akhirnya ditemukan.
General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir, telah mengonfirmasi penemuan jenazah wanita di area parkir Terminal 1. "Kami membenarkan penemuan seorang wanita yang meninggal di area parkir Terminal 1 Bandara Juanda," kata Tohir. Ia menegaskan bahwa Tim Satgaspam dan pihak kepolisian sedang menangani kejadian ini dan melakukan investigasi. Manajemen Bandara Juanda menyatakan dukungan penuh terhadap proses penyelidikan yang dilakukan pihak berwajib.




