Buronan Pembunuh Sekdin Bangkalan Diburu Hadiah Besar

Buronan Pembunuh Sekdin Bangkalan Diburu Hadiah Besar

Abcmarathinews.com – Jajaran Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur mengumumkan sebuah sayembara berhadiah Rp20 juta. Imbalan ini ditujukan bagi siapa saja yang mampu memberikan informasi valid mengenai keberadaan Erlan alias E, sosok yang diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan RYS (51), Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Pemerintah Kabupaten Bangkalan. RYS ditemukan tak bernyawa secara misterius di dalam mobil dinasnya di area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda beberapa waktu lalu.

Dana fantastis yang ditawarkan ini bukanlah berasal dari anggaran dinas, melainkan murni inisiatif dan patungan pribadi para penyidik. Aipda Sigit Dwi Susanto, Kepala Tim (Katim) Opsnal Unit III Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, yang dikenal dengan julukan "Hellboy," menjelaskan bahwa dana tersebut dikumpulkan dari dirinya dan sejumlah rekan penyidik. Menurut Sigit, keputusan ini muncul setelah rekaman video dan berbagai informasi terkait terduga pelaku terlanjur menyebar luas di berbagai platform media. Kondisi ini, lanjutnya, membuat Erlan semakin lincah berpindah dari satu tempat ke tempat lain, menyulitkan pelacakan.

Buronan Pembunuh Sekdin Bangkalan Diburu Hadiah Besar
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Sayembara yang diumumkan melalui akun TikTok pribadinya @hellboyjatanraspolda ini diharapkan dapat mempersempit ruang gerak Erlan dengan menggalang partisipasi aktif dari warganet. "Karena sudah terlanjur viral, banyak media yang mengungkap video terduga pelaku. Jadi pelaku semakin berpindah-pindah, akhirnya kami berinisiatif, inisiatif pribadi untuk mempersempit ruang pelaku bergerak," ujar Sigit kepada abcmarathinews.com. Ia menambahkan, ide sayembara ini bahkan terinspirasi dari seorang tokoh organisasi yang tak ingin disebutkan namanya, yang terkesan dengan rekam jejak timnya dalam menangani kasus-kasus pembunuhan sebelumnya. Meskipun saat ini nominal yang disepakati adalah Rp20 juta, Sigit tidak menampik kemungkinan adanya dukungan dana tambahan dari pihak lain di kemudian hari.

Penemuan jenazah RYS di dalam mobil dinasnya memicu dugaan kuat adanya tindak pembunuhan. Tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong menemukan sejumlah indikasi kekerasan pada tubuh korban. Hasil pemeriksaan eksternal mengungkap adanya luka robek pada daun telinga kiri, indikasi kuat akibat benturan benda tumpul. Tak hanya itu, tim forensik juga mendapati pelebaran pembuluh darah di kelopak mata serta warna kebiruan pada bibir, gejala yang kerap ditemui pada korban yang meninggal dunia akibat mati lemas atau asfiksia. Pemeriksaan organ dalam turut memperlihatkan perubahan warna pada lidah, epiglotis, saluran napas bagian atas, hingga dinding lambung.

Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, sebelumnya telah mengantongi nama terduga pelaku dengan inisial E. Identifikasi ini didasarkan pada unggahan media sosial terakhir korban dan rekaman kamera CCTV di area Bandara Internasional Juanda, yang menunjukkan E sebagai pria misterius yang terakhir kali bersama korban. Keduanya diketahui sempat bepergian bersama ke daerah Malang dan Batu beberapa hari sebelum mayat RYS ditemukan.

Pelacakan terhadap Erlan, yang juga dikenal dengan inisial E, tidaklah mudah. Meskipun sempat terlacak di wilayah Jawa Tengah, ia diduga terus berpindah-pindah lokasi dan tidak menetap di alamat resminya di kawasan Malang. Risang mengungkapkan bahwa Erlan berasal dari Sulawesi Selatan dan pernah bekerja di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), sebuah lembaga yang telah dibubarkan pada tahun 2004. Erlan disebut kerap berpindah domisili antara wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Lebih lanjut, ia juga diduga memiliki rekam jejak keterlibatan dalam berbagai tindak penipuan, mulai dari properti, proyek, hingga jual-beli, dengan modus "love scam" yang diduga menjadi pemicu perkenalannya dengan korban.

Penyidik mengakui bahwa pengejaran Erlan menjadi tantangan tersendiri, mengingat yang bersangkutan diduga masih memiliki jaringan yang menampungnya berpindah-pindah tempat. Saat ini, tim penyidik terus mendalami berbagai informasi dan rekaman video CCTV yang telah dikirimkan oleh masyarakat. "Kebetulan di admin yang kami pasang itu ada beberapa info yang menarik. Insyaallah semoga bisa membantu mempercepat tertangkapnya ini. Dan ini masih kami dalami pokoknya," pungkas Sigit, berharap petunjuk dari masyarakat dapat segera membawa titik terang dalam kasus ini.

Follow Us

Klik untuk Ikuti kami di Google News

Terkait

Terkini