Oknum TNI? Massa Demo Nyaris Bentrok di DPRD!

Oknum TNI? Massa Demo Nyaris Bentrok di DPRD!

Abcmarathinews.com – Aksi unjuk rasa aliansi Akumulasi Kemarahan Buruh dan Rakyat Sumatera Utara (AKBAR Sumut) di depan Gedung DPRD Sumut, Medan, pada beberapa waktu lalu hampir berujung kericuhan. Situasi memanas setelah sejumlah individu misterius diduga kuat melakukan provokasi dan melemparkan berbagai benda ke arah aparat kepolisian yang sedang bertugas menjaga keamanan.

Ketegangan berhasil diredam berkat kesigapan massa aksi yang segera mengidentifikasi dan mengeluarkan orang-orang yang dicurigai sebagai pemicu keributan dari barisan demonstran. Salah seorang yang diduga sebagai provokator berhasil diamankan oleh massa.

Oknum TNI? Massa Demo Nyaris Bentrok di DPRD!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Menurut Gana, Koordinator Aksi AKBAR Sumut, pria tersebut beberapa kali terlihat berbisik kepada para demonstran, menghasut mereka untuk menyerang aparat kepolisian. "Pria berambut cepak itu berulang kali membisikkan ajakan penyerangan kepada massa. Kalimatnya jelas menyuruh untuk menyerang," ungkap Gana kepada awak media di Medan.

Setelah diamankan dan diinterogasi oleh sejumlah koordinator lapangan aksi, pria tersebut mengaku sebagai anggota TNI. Namun, ia tidak memberikan jawaban yang jelas ketika ditanya mengenai alasannya menghasut massa untuk melakukan penyerangan.

Lebih lanjut, terduga provokator tersebut mengaku bahwa dirinya diperintah oleh seseorang dari dalam Gedung DPRD Sumut. Pengakuan ini muncul setelah sebelumnya ia terlihat keluar dari dalam gedung tersebut.

Massa aksi sempat meminta pria tersebut untuk menunjukkan bukti identitasnya sebagai anggota TNI, namun ia mengaku tidak membawa Kartu Tanda Anggota (KTA) TNI. Hal ini memicu kemarahan massa yang nyaris berujung pada tindakan kekerasan. Beruntung, beberapa anggota massa aksi bertindak cepat untuk melindungi pria tersebut dari amukan massa.

Setelah kejadian tersebut, pria yang mengaku sebagai anggota TNI itu dikeluarkan dari barisan demonstran dan kembali masuk ke arah Gedung DPRD Sumut. Sepanjang aksi unjuk rasa, beberapa orang tak dikenal diduga melakukan upaya provokasi terhadap AKBAR Sumut. Bahkan, ada oknum yang melakukan pelemparan dari arah barisan massa ke arah petugas kepolisian yang berjaga di depan gerbang.

Situasi sempat memanas hingga menyebabkan polisi yang semula berjaga tanpa perlengkapan, digantikan oleh pasukan dengan tameng anti-huru hara. Beberapa perwakilan dari AKBAR Sumut melakukan negosiasi dengan pihak kepolisian, meminta agar pasukan bertameng ditarik kembali ke dalam Gedung DPRD Sumut untuk menghindari eskalasi emosi massa. Setelah melalui diskusi yang cukup alot, permintaan tersebut akhirnya dipenuhi.

Massa kemudian melanjutkan aksi penyampaian aspirasi mereka hingga akhirnya Ketua DPRD Sumut, Erni Ariyanti Sitorus, beserta beberapa anggota dewan lainnya menemui massa pada malam hari. Aksi unjuk rasa ini merupakan bentuk kekecewaan massa terhadap berbagai isu, termasuk tunjangan mewah anggota DPR dan tewasnya seorang pengemudi ojek online akibat kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan taktis Brimob di Jakarta.

Follow Us

Klik untuk Ikuti kami di Google News

Terkait

Terkini