Abcmarathinews.com – Kebakaran hebat yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, kini memasuki hari kelima. Meskipun berbagai upaya telah dikerahkan, api di beberapa titik tumpukan sampah masih belum berhasil dipadamkan sepenuhnya, menyebabkan kepulan asap tebal terus membubung tinggi ke langit.
Pantauan abcmarathinews.com di lokasi menunjukkan, asap pekat berwarna putih keabu-abuan masih terlihat jelas, terbawa embusan angin ke arah barat. Beberapa titik api kecil namun persisten juga masih menyala di antara gunungan sampah yang telah terbakar sejak beberapa hari lalu, menandakan tantangan besar bagi petugas yang berjibaku di lapangan.

Untuk mempercepat penanganan, operasi pemadaman dilakukan secara terpadu dari udara dan darat. Dua unit helikopter water bombing milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali dikerahkan. Pesawat-pesawat ini bertugas menyiramkan ribuan liter air ke area-area yang sulit dijangkau oleh tim darat, terutama di bagian tengah tumpukan sampah yang dalam.
Di darat, puluhan personel gabungan dari pemadam kebakaran dan tim Manggala Agni disebar ke berbagai sektor. Mereka bekerja bahu-membahu dengan alat berat jenis ekskavator yang berfungsi mengurai timbunan sampah. Penguraian ini krusial untuk membuka akses bagi petugas dan memastikan air dapat menjangkau titik api yang tersembunyi di bawah permukaan, mencegah api kembali menyala.
Menariknya, di tengah hiruk-pikuk penanganan darurat ini, aktivitas pengangkutan sampah dari berbagai wilayah tetap berlangsung. Antrean panjang truk pengangkut sampah terlihat di sisi selatan TPA, menunggu giliran untuk membongkar muatan. Sementara itu, akses menuju pusat kebakaran masih sangat dibatasi. Hanya kendaraan dan personel yang terlibat langsung dalam operasi, seperti petugas pemadam, tenaga medis, TNI, Polri, dan instansi terkait, yang diizinkan masuk demi kelancaran dan keamanan.
Hingga kini, perjuangan petugas gabungan untuk mengendalikan sepenuhnya kobaran api di TPA Jatiwaringin masih terus berlanjut. Situasi ini menuntut kesabaran dan koordinasi ekstra mengingat luasnya area serta sifat material yang terbakar yang cenderung sulit dipadamkan secara total.




