Abcmarathinews.com – Anggota Komisi IV DPR, Johan Rosihan, mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut tuntas dugaan keterlibatan Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, dalam penerimaan "amplop" dari Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) yang kini berstatus tersangka, Suhardiman Amby. Suhardiman sendiri terjerat kasus suap jabatan dan gratifikasi terkait pelepasan kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT).
Menurut Johan, dugaan ini memerlukan penjelasan hukum yang terang benderang dari lembaga antirasuah. Publik, katanya, berhak mengetahui apakah tindakan tersebut memenuhi unsur gratifikasi dan bagaimana prosedur pelaporannya. Ia menekankan bahwa pertanyaan semacam ini seharusnya dijawab melalui mekanisme hukum yang memiliki otoritas untuk menilai fakta dan alat bukti, bukan melalui perdebatan di ruang publik yang bisa menimbulkan spekulasi.

Politikus dari Fraksi PKS ini berharap KPK tidak berlaku tebang pilih dalam penegakan hukum, terlepas dari jabatan yang diemban seseorang. Namun, ia juga mengingatkan agar tidak ada penghakiman di luar koridor hukum yang berlaku. Johan menegaskan, penegakan hukum yang ideal harus mampu menghadirkan tiga tujuan utama: kepastian hukum, keadilan, dan kemanfaatan. Oleh karena itu, KPK tidak perlu ragu untuk meminta klarifikasi dari Raja Juli.
"Pada akhirnya, yang paling penting bukanlah siapa yang diperiksa, melainkan bagaimana proses hukum dijalankan secara independen, profesional, dan bebas dari intervensi," ujar Johan, menekankan pentingnya integritas dalam setiap tahapan penyelidikan.
Menanggapi hal tersebut, Raja Juli Antoni secara terpisah menyatakan kesiapannya untuk memenuhi panggilan KPK jika keterangannya dibutuhkan. Ia menegaskan komitmennya untuk membantu KPK dalam upaya pemberantasan korupsi, khususnya di sektor kehutanan. "Kami dari Kementerian Kehutanan, terutama saya sebagai menteri, mendukung penuh segala upaya pemberantasan korupsi di republik ini. Kami akan membantu KPK sebagai itikad baik saya untuk membantu proses penegakan hukum dan pemberantasan korupsi," kata Raja Juli, menunjukkan kesediaannya untuk kooperatif.




