Abcmarathinews.com – Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri telah mengungkap peran vital seorang oknum pegawai Bea Cukai berinisial Andayani (AY) dalam pusaran kasus dugaan korupsi impor telepon seluler bekas ilegal. AY, yang rumahnya turut digeledah, kini menjadi sorotan utama dalam penyelidikan yang semakin mendalam ini.
Kombes Yusuf Afandi, Kabag Ops Kortastipidkor Polri, menjelaskan bahwa AY diduga kuat bertindak sebagai perantara dalam penyetoran dana kepada sejumlah petinggi di lingkungan Bea dan Cukai Juanda. Aliran uang dari PT TSL, perusahaan yang diduga terlibat dalam impor ilegal, disinyalir melewati tangan AY untuk melancarkan praktik terlarang tersebut.

Penyidik saat ini tengah menganalisis secara mendalam bukti-bukti berupa catatan penerimaan uang yang ditemukan saat penggeledahan di kediaman AY. Catatan ini diharapkan dapat membuka tabir siapa saja penerima setoran tersebut dan seberapa luas jaringan yang terlibat. Informasi awal menunjukkan praktik setoran ini telah berlangsung selama dua tahun. Kortastipidkor juga mendalami apakah setoran hanya berupa uang tunai dan bagaimana periodesasinya.
Sebelumnya, Kortastipidkor Polri telah melakukan penggeledahan ekstensif di beberapa lokasi krusial. Selain rumah AY, tim penyidik juga menyambangi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Juanda, Gudang Cargo Juanda atau PT JAS, serta kediaman seorang pihak swasta importir berinisial MT. Penggeledahan ini merupakan bagian dari upaya keras mengungkap tuntas kasus impor HP bekas ilegal yang merugikan negara.
Brigjen Mulya Hakim Solihin, Penyidik Utama Tingkat Dua Kortastipidkor Polri, memaparkan modus operandi dalam kasus ini. Para importir diduga sengaja memasukkan ponsel bekas dari luar negeri dengan menggunakan dokumen impor yang tidak sesuai. Lebih parahnya, barang-barang tersebut berhasil lolos tanpa pemeriksaan fisik berkat keterlibatan oknum internal Bea Cukai. "Seharusnya ada pemeriksaan fisik, namun faktanya tidak dilakukan," tegas Mulya, "Jadi barang-barang itu hanya lalu lintas saja tanpa proses yang semestinya."
Dalam rangka mengungkap tuntas jaringan ini, setidaknya 30 pegawai Bea Cukai dan 20 individu dari sektor swasta telah dimintai keterangan sebagai saksi. AY sendiri sebelumnya telah diperiksa, dan setelah temuan-temuan dari penggeledahan, ia akan kembali dipanggil untuk pemeriksaan lanjutan yang diharapkan dapat memberikan kejelasan lebih lanjut mengenai perannya.




