Abcmarathinews.com – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Sufmi Dasco Ahmad, mengonfirmasi kesiapannya untuk berdialog langsung dengan massa mahasiswa yang dijadwalkan akan menggelar aksi unjuk rasa di depan kompleks parlemen pada hari berikutnya. Pernyataan ini muncul setelah pihak DPR mendengar adanya rencana aksi susulan dari kalangan mahasiswa.
Dasco menekankan bahwa pihaknya akan membuka diri untuk mendengarkan setiap aspirasi yang disampaikan oleh para demonstran. "Memang ada agenda untuk menemui mereka oleh pimpinan DPR," ujar Dasco saat ditemui di lingkungan parlemen, menegaskan komitmen untuk berinteraksi langsung.

Meski demikian, Dasco tidak merinci aliansi mahasiswa mana yang akan diterima secara spesifik. Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun oleh abcmarathinews.com, fokus utama aksi ini tampaknya akan berasal dari Aliansi BEM Universitas Trisakti. Melalui akun Instagram @bemftiusakti, terungkap bahwa demonstrasi tersebut direncanakan akan dimulai pada pukul 14.00 WIB.
Dalam seruan aksinya, mahasiswa membawa tiga poin tuntutan utama. Pertama, mendesak pemulihan kondisi ekonomi dan politik nasional. Kedua, menuntut pemberantasan praktik inkompetensi di kalangan pejabat publik. Dan ketiga, menyerukan pengembalian supremasi sipil sebagai pilar utama negara.
Secara lebih rinci, mereka mendesak pemerintah untuk segera menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) dan menghentikan pemborosan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Selain itu, penolakan keras juga disuarakan terhadap Undang-Undang Kepolisian (UU Polri) yang baru saja disahkan, yang dianggap tidak pro-rakyat.
Melalui unggahan di media sosial, BEM FTI Usakti secara tegas menyerukan kepada seluruh elemen mahasiswa untuk "merapatkan barisan, turun ke jalan, dan memastikan suara rakyat terdengar lantang hingga ke dalam gedung parlemen." Ini menunjukkan tekad kuat mereka untuk menyampaikan aspirasi langsung kepada para pembuat kebijakan.




