Abcmarathinews.com – Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) Diaz Faisal Malik Hendropriyono mengungkapkan fakta mengejutkan terkait kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Menurutnya, karakteristik api di sana menunjukkan kemiripan yang mencolok dengan kebakaran lahan gambut, namun dengan potensi bahaya yang jauh lebih besar dan mengancam.
Diaz menjelaskan bahwa api di TPA Jatiwaringin tidak hanya membakar permukaan, melainkan terus menyala di bagian dalam timbunan sampah. "Ini karakteristiknya mirip seperti kebakaran lahan gambut. Di atas mungkin terlihat sudah padam, tetapi ketika kita lihat di bagian bawahnya, api masih terus berkobar," ujar Diaz saat meninjau lokasi. Yang membuatnya lebih berbahaya adalah kandungan gas metana (CH4) yang melimpah dalam timbunan sampah, yang berpotensi memicu ledakan dahsyat. "Berbeda dengan gambut yang mungkin hanya berpotensi kebakaran, di sini ada ancaman ledakan karena gas metana," tambahnya, menekankan tingkat risiko yang jauh lebih tinggi.

Melihat kompleksitas dan bahaya unik ini, pola penanganan kebakaran TPA Jatiwaringin pun disesuaikan dengan metode pemadaman lahan gambut. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah mengerahkan 30 personel Manggala Agni, sebuah tim ahli yang terlatih khusus dalam memadamkan api di lahan gambut, untuk mempercepat proses. Mereka menggunakan metode ‘inject’ atau penyuntikan air langsung ke titik api di kedalaman timbunan sampah, karena penyiraman dari atas saja terbukti kurang efektif untuk memadamkan api yang membara di bagian dalam.
Selain pengerahan tim khusus, pemerintah juga tengah mempersiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau rekayasa cuaca untuk membantu mempercepat penanganan kebakaran. Namun, upaya ini masih menunggu kondisi atmosfer yang memungkinkan, terutama ketersediaan awan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi adanya potensi hujan tipis dalam waktu dekat, yang diharapkan dapat membuka peluang untuk pelaksanaan OMC.
Kebakaran TPA Jatiwaringin sendiri telah berlangsung sejak hari Selasa, dan hingga kini petugas gabungan masih berjibaku mengendalikan api. Berbagai sumber daya telah dikerahkan, mulai dari armada pemadam kebakaran, alat berat, dua helikopter water bombing, hingga personel Manggala Agni yang fokus menangani titik api di bagian dalam timbunan sampah yang membahayakan. Upaya keras terus dilakukan untuk menuntaskan bencana ini.




