Abcmarathinews.com – Sebuah bentrokan sengit pecah di area perkebunan kelapa sawit milik sebuah perusahaan di Kecamatan Lempuing, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Insiden yang memilukan ini mengakibatkan satu warga meninggal dunia dan dua warga lainnya mengalami luka tembak. Selain itu, seorang anggota kepolisian juga dilaporkan terluka dalam kericuhan tersebut.
Warga yang meninggal dunia diidentifikasi berinisial A (25). Sementara itu, dua warga yang menderita luka tembak adalah M (43) dan seorang lainnya berusia 50 tahun. Ketegangan yang memuncak ini diduga kuat dipicu oleh persoalan pencurian buah kelapa sawit.

Peristiwa bermula ketika tim gabungan petugas keamanan dari Polda Sumatera Selatan dan Polres OKI melakukan pengamanan terhadap 11 unit sepeda motor dan 1 unit mobil pikap yang mengangkut buah sawit (TBS). Buah sawit tersebut diduga merupakan hasil curian dari perkebunan perusahaan. Saat proses pengamanan berlangsung, sekitar 100 warga tiba di lokasi dan berupaya mengambil kembali kendaraan serta muatan sawit yang telah diamankan petugas.
Sebelum bentrokan pecah, sempat terjadi dialog antara aparat keamanan dan warga. Dari hasil dialog tersebut, aparat mengembalikan kendaraan yang sebelumnya diamankan kepada warga, sementara buah sawit yang menjadi pangkal permasalahan diserahkan kepada pihak perusahaan. Namun, saat petugas hendak meninggalkan lokasi, diduga kuat warga melakukan perusakan terhadap mobil yang ditumpangi petugas, memicu kericuhan yang tak terhindarkan.
Di tengah ketegangan dan kericuhan, terdengar suara letusan yang diduga berasal dari senjata api. Akibatnya, dua warga mengalami luka tembak dan segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga kini, sumber pasti letusan senjata api tersebut masih dalam penyelidikan mendalam.
Dalam insiden yang semakin memanas, sejumlah warga juga diduga melakukan pembakaran kantor dan mes karyawan perusahaan sawit tersebut. Tragisnya, warga berinisial A (25) yang meninggal dunia, diduga tersengat listrik saat terlibat dalam aksi pembakaran tersebut. Selain itu, seorang personel Polres OKI juga mengalami luka saat berupaya mengamankan situasi di lokasi kejadian.
Kompol Putu Suryawan, Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Sumsel, membenarkan adanya korban jiwa akibat sengatan listrik saat pembakaran. "Ada warga saat melakukan pembakaran tersengat listrik dan mengalami luka bakar, sehingga meninggal dunia. Ada juga satu personel Polres OKI mengalami luka saat melakukan pengamanan di TKP. Iya ada 2 warga yang tertembak saat ini masih diselidiki," jelasnya.
Sementara itu, Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto memastikan bahwa kondisi di lokasi kejadian telah kondusif. Ia menekankan bahwa fokus utama kepolisian saat ini adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, memulihkan situasi keamanan, dan mengungkap fakta secara objektif. "Alhamdulillah situasi dapat segera dikendalikan. Prioritas kami adalah memastikan masyarakat yang membutuhkan pertolongan mendapatkan penanganan terbaik," ujarnya.
Untuk memperkuat pengamanan dan mendukung proses penyelidikan, personel tambahan dari unsur reserse, Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam), serta Satuan Brimob Polda Sumsel telah diterjunkan ke lokasi. Langkah ini diambil untuk memastikan situasi tetap aman sekaligus mendukung pengumpulan fakta dan penyelidikan secara menyeluruh. "Selanjutnya seluruh rangkaian peristiwa akan kami dalami secara profesional, objektif, dan transparan sesuai ketentuan yang berlaku," pungkas AKBP Eko Rubiyanto.




