Abcmarathinews.com – Tujuh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Banda Aceh kini terpaksa menghentikan operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keputusan penghentian sementara ini, yang mulai berlaku sejak Senin, dipicu oleh belum cairnya dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) pusat yang seharusnya diterima oleh para pengelola dapur.
Muhammad Reza, Koordinator SPPG Wilayah Banda Aceh, mengungkapkan bahwa dana yang selama ini menopang aktivitas dapur telah ludes. Sementara itu, dana pengganti yang biasanya dikirim secara berkala belum juga masuk ke rekening pengelola. "Saldo dana belum dikirim, jadi dana utama yang dipakai untuk melaksanakan operasional dapur itu sudah tidak ada. Saat ini mereka masih menunggu top up dana dari BGN pusat," jelas Reza kepada abcmarathinews.com.

Reza menjelaskan, dari total 37 dapur MBG yang aktif di Banda Aceh, tujuh di antaranya kini terpaksa menghentikan layanan karena dampak langsung dari kendala pendanaan ini. Dapur-dapur lainnya masih dapat beroperasi berkat sisa dana cadangan yang mereka miliki. Ia menambahkan, persiapan distribusi makanan untuk hari Senin seharusnya sudah dilakukan sejak hari Minggu. Tanpa ketersediaan dana, sejumlah dapur tidak dapat membeli bahan baku maupun menyiapkan kebutuhan produksi makanan bagi para siswa penerima manfaat. "Kalau operasional hari Senin, persiapannya dilakukan hari Minggu. Kalau tidak ada persiapan, bagaimana program itu bisa dijalankan," ujarnya.
Pihak pengelola, menurut Reza, memilih untuk tidak menggunakan sistem talangan dari mitra penyedia bahan pangan. Kebijakan ini diambil guna menghindari persoalan administrasi maupun potensi mark up harga yang dapat muncul jika pembelian dilakukan dengan mekanisme utang. Ia juga menyebutkan bahwa BGN pusat telah mengarahkan agar dapur menghentikan sementara operasional apabila dana belum tersedia. Saat ini, pihaknya hanya menyampaikan kepada sekolah-sekolah penerima manfaat bahwa distribusi MBG tidak dapat dilakukan karena kendala pendanaan.
Reza mengaku mendapat informasi bahwa dana akan ditransfer pada hari ini, namun hingga kini pihaknya masih menanti proses pencairan tersebut. Ia khawatir, "Bisa jadi kalau hari ini dana belum masuk, besok ada dapur lain yang ikut berhenti beroperasi karena cadangan dana mereka juga akan habis."
Di sisi lain, Kepala BGN, Nanik S Deyang, membantah informasi yang beredar mengenai penghentian penyaluran dana program MBG yang disebut dapat berdampak pada operasional SPPG. BGN menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan seluruh layanan MBG di berbagai daerah tetap berjalan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah. "Kami menegaskan bahwa informasi yang menyebut BGN memerintahkan penghentian operasional dapur MBG adalah tidak benar. Tidak ada kebijakan maupun instruksi resmi dari BGN terkait penghentian operasional," tegas Nanik dalam keterangan resminya.
Nanik mengakui adanya dinamika administratif dalam proses pencairan anggaran. Namun, ia menekankan bahwa kondisi tersebut tidak akan memengaruhi keberlangsungan program yang menjadi salah satu prioritas pemerintah. Ia juga mengimbau seluruh mitra pelaksana, yayasan, pengelola SPPG, pemasok, hingga masyarakat untuk hanya mengacu pada informasi resmi yang disampaikan melalui kanal komunikasi lembaga. "Apabila terdapat kendala di lapangan, kami meminta seluruh mitra berkoordinasi melalui jalur resmi. Jangan menjadikan informasi yang tidak berasal dari sumber resmi sebagai dasar pengambilan keputusan operasional," pungkasnya.




