Tragedi Pilu Tokoh Pramuka Tangerang Raya

Tragedi Pilu Tokoh Pramuka Tangerang Raya

Abcmarathinews.com – Herman Sulistyo (71), seorang tokoh Pramuka terkemuka di Tangerang Raya, menghembuskan napas terakhirnya setelah menjadi korban tabrak lari. Insiden tragis ini terjadi di Jalan Raya Serang KM 11, tepatnya di dekat Jembatan Bitung, wilayah Bitung Jaya, Cikupa, Kabupaten Tangerang, dini hari Minggu. Pihak kepolisian kini tengah mendalami kasus dugaan tabrak lari yang merenggut nyawa pegiat Pramuka tersebut.

Kecelakaan maut yang menimpa Herman Sulistyo diperkirakan terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Menurut keterangan awal, sebuah truk yang identitasnya belum diketahui melaju dari arah Bitung menuju Cikupa. Setibanya di lokasi kejadian, truk tersebut diduga menabrak Herman yang saat itu sedang mengendarai sepeda. Benturan keras mengakibatkan korban mengalami luka parah dan langsung meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).

Tragedi Pilu Tokoh Pramuka Tangerang Raya
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Tangerang, Ajun Komisaris Polisi Fery Oktaviari Pratama, menegaskan bahwa insiden ini telah ditangani serius oleh Unit Gakkum Satlantas Polresta Tangerang. Tim penyidik telah bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengumpulkan bukti dan petunjuk. Selain itu, sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian telah dimintai keterangan, dan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sepanjang rute kejadian juga sedang ditelusuri untuk mengidentifikasi kendaraan serta pelaku yang bertanggung jawab. "Saat ini kami fokus pada penyelidikan mendalam, menelusuri setiap petunjuk dari CCTV dan keterangan saksi," jelas AKP Fery kepada abcmarathinews.com.

Jenazah almarhum Herman Sulistyo segera dievakuasi ke RSUD Balaraja untuk menjalani proses visum, sebagai bagian dari prosedur penyelidikan lebih lanjut. Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan Jasa Raharja guna mempercepat proses klaim santunan bagi keluarga korban.

Herman Sulistyo dikenal luas sebagai sosok sentral dalam gerakan Pramuka di Tangerang Raya, bahkan hingga tingkat Provinsi Banten. Dedikasinya terhadap nilai-nilai kepramukaan sejati tak perlu diragukan lagi, tercermin dalam setiap aspek kehidupannya. Beliau selalu tampil konsisten dengan seragam Pramuka lengkap, baik dalam acara formal maupun aktivitas sehari-hari. Uniknya, untuk setiap kegiatan kepramukaan, almarhum selalu memilih untuk bersepeda, menunjukkan semangat kesederhanaan dan kecintaannya pada alam.

Sebelum dikebumikan, jenazah Kak Herman disalatkan di Masjid Raya Al-A’zhom Kota Tangerang, yang dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah serta ratusan anggota Pramuka dari seluruh Banten. Suasana duka menyelimuti prosesi tersebut. Almarhum kemudian dimakamkan di TPU Rawa Kucing, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, dengan upacara penghormatan secara kepramukaan yang penuh haru.

Follow Us

Klik untuk Ikuti kami di Google News

Terkait

Terkini