Fakta Mengejutkan Mayoritas Korban KRL Tewas Tragis

Fakta Mengejutkan Mayoritas Korban KRL Tewas Tragis

Abcmarathinews.com – Kepala Basarnas Marsekal Madya Muhammad Syafii menguak fakta pilu di balik insiden kecelakaan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Mayoritas korban tewas dalam insiden tragis tersebut ditemukan dalam kondisi mengenaskan, terjepit oleh lokomotif Kereta Api Argo Bromo Anggrek.

"Adanya korban, baik itu yang kami evakuasi dalam kondisi meninggal, hampir semuanya karena terjepit," ujar Syafii dalam keterangan persnya di lokasi kejadian, Stasiun Bekasi Timur. Ia menambahkan, tak hanya korban jiwa, lima korban selamat yang berhasil diselamatkan tim evakuasi juga ditemukan dalam kondisi terjepit material lokomotif yang ringsek.

Fakta Mengejutkan Mayoritas Korban KRL Tewas Tragis
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Situasi pelik inilah yang menjadi tantangan besar dalam proses evakuasi. Syafii menjelaskan, penarikan lokomotif KA Argo Bromo Anggrek secara langsung tidak mungkin dilakukan. Prioritas utama adalah mengevakuasi korban selamat dengan sangat hati-hati, demi mencegah dampak yang lebih fatal.

"Mengingat dahsyatnya benturan, lokomotif bahkan sampai menembus masuk ke dalam salah satu gerbong komuter," jelas Syafii. "Pada momen krusial itu, lima korban masih terjepit dan memerlukan tindakan ‘retrikasi’ atau ‘ekstrikasi’ yang presisi agar dapat diselamatkan dengan aman," tambahnya.

Syafii secara resmi menyatakan bahwa seluruh operasi evakuasi korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur telah tuntas pada pukul 08.00 WIB. Seluruh tim SAR gabungan telah ditarik kembali ke markas masing-masing. "Saya pastikan sudah tidak ada lagi korban yang kami temukan," tegasnya dengan nada meyakinkan.

Fakta lain yang terungkap adalah seluruh korban meninggal dunia yang berhasil dievakuasi berjenis kelamin perempuan. Hal ini disebabkan gerbong KRL yang mengalami dampak paling parah dalam tabrakan tersebut merupakan gerbong khusus perempuan.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin merilis data terbaru mengenai jumlah korban. Total keseluruhan tercatat 14 orang meninggal dunia dan 84 orang mengalami luka-luka. Sebagai bentuk respons pasca-insiden, PT KAI telah mendirikan posko darurat yang akan beroperasi selama 14 hari ke depan di dua lokasi strategis: Stasiun Gambir dan Stasiun Bekasi Timur.

Follow Us

Klik untuk Ikuti kami di Google News

Terkait

Terkini