Abcmarathinews.com – Ratusan buruh yang bernaung di bawah Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) membanjiri area depan Gedung DPR RI di Jakarta pada Kamis. Aksi massa ini menyatukan pekerja dari berbagai wilayah, termasuk Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat, menyuarakan tuntutan krusial terkait hak-hak ketenagakerjaan.
Presiden FSPMI, Suparno, menegaskan bahwa ada dua poin krusial yang menjadi fokus utama demonstrasi kali ini. "Segera sahkan undang-undang ketenagakerjaan yang baru sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi 168 tahun 2024 lalu," ujar Suparno di lokasi aksi. Ia menambahkan, "Kedua adalah hapus outsourcing dan tolak upah murah."

Suparno juga menyoroti lambannya proses pembahasan Rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru. Menurutnya, hingga kini buruh belum melihat adanya naskah akademik yang seharusnya menjadi landasan wajib dalam penyusunan sebuah undang-undang. "Padahal kalau pembuatan undang-undang baru maka naskah akademik menjadi wajib, tapi sampai hari ini kami belum melihat mana naskah akademiknya apalagi tentang bagaimana pembahasannya," keluhnya, menunjukkan kekecewaan atas transparansi dan progres legislasi.
Aksi yang digelar pada Kamis ini, kata Suparno, merupakan bagian dari rangkaian panjang menuju peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang jatuh pada 1 Mei mendatang. Ia memastikan, perayaan May Day nanti akan menjadi puncak mobilisasi massa. "May Day nanti FSPMI akan full kita akan turun semua ke sini, saya pastikan di Banten, DKI, Jabar, May Day akan turun ke DPR RI ini sekitar 25.000 peserta aksi May Day," tegasnya, mengisyaratkan gelombang protes yang lebih besar akan datang.




