PBNU Bongkar Alasan Munas Pindah Jika Prabowo Hadir

PBNU Bongkar Alasan Munas Pindah Jika Prabowo Hadir

Abcmarathinews.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengungkapkan rencana strategis terkait lokasi penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU. Acara puncak ini berpotensi dipindahkan ke Bangkalan, Madura, jika Presiden terpilih Prabowo Subianto dapat menghadiri agenda tersebut. Keputusan ini, menurut Katib Aam Syuriyah PBNU Mohammad Nuh dan Sekjen PBNU Saifullah Yusuf, didasari oleh pertimbangan simbolis dan penyesuaian jadwal kenegaraan.

Mohammad Nuh, yang juga menjabat Ketua Steering Committee Munas dan Konbes NU, menjelaskan bahwa pemilihan Bangkalan bukan tanpa alasan. "Tempat ini memiliki nilai simbolik yang kuat," ujarnya saat dikonfirmasi abcmarathinews.com. Bangkalan dikenal sebagai tanah kelahiran Syaichona Kholil, seorang ulama besar yang memiliki pengaruh signifikan dalam sejarah panjang Nahdlatul Ulama. "Jadi itu simbolik sebenarnya. Antara Syaichona Kholil dengan yang ada di Jawa Timur dengan pondok itu jadi satu kesatuan," imbuhnya.

PBNU Bongkar Alasan Munas Pindah Jika Prabowo Hadir
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Awalnya, PBNU merencanakan pembukaan Munas Konbes NU di Bangkalan pada Sabtu, 20 Juni. Namun, jadwal Presiden Prabowo yang padat menghalangi kehadirannya pada tanggal tersebut. PBNU kemudian menggeser undangan kepada Presiden ke jadwal penutupan, yakni Selasa, 23 Juni. "Kita memang mendesain pembukaannya rencananya di Bangkalan dan mengundang presiden. Tapi karena presiden di jadwal besok itu beliau masih belum bisa, masih ada tugas, sehingga bisanya itu penutupan," terang Nuh.

Pergeseran lokasi ini lantas memicu spekulasi di kalangan publik. Namun, M. Nuh dengan tegas membantah bahwa perubahan tersebut didasari oleh permintaan langsung dari pihak Prabowo atau mitos yang beredar mengenai ‘kutukan’ presiden yang berkunjung ke Kediri. "Enggak, enggak ada, enggak ada mitos itu, mitose arek-arek itu. Ndak ada, semata-mata itu jadwal aja," bantahnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menambahkan bahwa undangan kepada Presiden Prabowo masih dalam tahap koordinasi dan menunggu konfirmasi resmi. "Ini masih dalam koordinasi, dalam konfirmasi. Mudah-mudahan waktunya memungkinkan," kata Gus Ipul. Ia menegaskan, PBNU melalui rapat internal telah memutuskan untuk mengundang Presiden pada 23 Juni di Kabupaten Bangkalan.

Rangkaian Munas dan Konbes NU sendiri dijadwalkan dibuka pada Sabtu, 20 Juni, di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri. Namun, penutupan direncanakan berlangsung tiga hari kemudian di STAI Pesantren Syaichona Moh. Cholil, Bangkalan, pada Selasa, 23 Juni, jika Prabowo dapat hadir. Gus Ipul juga menjelaskan skenario alternatif: "Jika waktunya memungkinkan hadir, maka penutupan akan ditempatkan di Bangkalan. Tetapi jika tidak, penutupan akan dilakukan di Ploso. Ini semua masih menyesuaikan jadwal Presiden."

Fleksibilitas PBNU dalam menyesuaikan jadwal dan lokasi ini menunjukkan komitmen untuk menghadirkan pemimpin negara dalam agenda penting organisasi, sekaligus menghormati nilai-nilai historis dan simbolis yang dipegang teguh oleh Nahdlatul Ulama.

Follow Us

Klik untuk Ikuti kami di Google News

Terkait

Terkini