Kontroversi Zionisme? Penasihat Gus Yahya Dicopot!

Kontroversi Zionisme? Penasihat Gus Yahya Dicopot!

Abcmarathinews.com – Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar, secara resmi mencopot Charles Holland Taylor dari jabatannya sebagai penasihat khusus Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, untuk urusan internasional. Keputusan ini tertuang dalam Surat Edaran bernomor 4780/PB.23/A.II.10.71/99/11/2025, yang ditandatangani langsung oleh KH Miftachul Akhyar.

Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), mengindikasikan bahwa pencopotan Taylor terkait dengan isu dugaan zionisme yang belakangan ini mencuat. "Iya, itu salah satunya," ujarnya, seraya menambahkan bahwa penjelasan lebih detail akan disampaikan oleh jajaran Syuriah PBNU.

Kontroversi Zionisme? Penasihat Gus Yahya Dicopot!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Gus Ipul menegaskan bahwa isu ini merupakan ranah internal NU dan akan diselesaikan melalui mekanisme organisasi. Keputusan akan diambil berdasarkan nilai-nilai agama dan ketentuan yang tertuang dalam AD/ART PBNU. Ia enggan memberikan komentar lebih lanjut, menyerahkan sepenuhnya kepada jajaran Syuriyah PBNU.

Lantas, siapa sebenarnya Charles Holland Taylor? Ia adalah seorang ahli Islamisasi Jawa pada abad ke-15 dan ke-16, yang pernah tinggal, belajar, dan bekerja di berbagai negara, mulai dari Iran hingga Indonesia. Taylor juga dikenal sebagai salah satu pendiri LibForAll Foundation, sebuah LSM yang fokus pada pengembangan strategi kontra-ekstremisme di seluruh dunia.

Selain itu, Taylor juga terlibat dalam pendirian Bayt ar-Rahmah, sebuah lembaga yang bertujuan untuk mengoperasikan dan berfungsi sebagai lembaga ahlussunnah wal jamaah dalam urusan ibadah dan dakwah. Pada tahun 2017, Bayt ar-Rahmah dan Gerakan Pemuda Ansor meluncurkan gerakan global bernama ‘Islam Kemanusiaan’, yang berupaya mereformasi prinsip-prinsip ortodoksi Islam yang dianggap usang.

Pada tahun 2022, PBNU menunjuk Center for Shared Civilizational Values (CSCV), yang juga didirikan oleh Taylor, sebagai wahana utama untuk keterlibatan internasionalnya dan sebagai Sekretariat Tetap untuk Forum Agama G20 (R20). Pencopotan Taylor ini menimbulkan berbagai spekulasi dan pertanyaan di kalangan masyarakat, khususnya terkait dengan isu zionisme yang menjadi salah satu alasan pencopotannya.

Follow Us

Klik untuk Ikuti kami di Google News

Terkait

Terkini