Abcmarathinews.com – Musibah kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di Kelurahan Tangki, Tamansari, Jakarta Barat, menyebabkan 320 kepala keluarga (KK) atau sekitar 1.129 jiwa kehilangan tempat tinggal. Peristiwa tragis yang terjadi pada hari Minggu itu, telah memporak-porandakan sekitar 400 rumah warga.
Menurut keterangan dari Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta, Mohamad Yohan, proses pendataan terhadap dampak kebakaran masih terus dilakukan. Selain kehilangan tempat tinggal, sejumlah warga juga dilaporkan mengalami luka-luka akibat kobaran api.

"Hingga saat ini, kami belum dapat mendirikan tenda pengungsian karena api sempat kembali muncul beberapa waktu lalu," ungkap Yohan, seperti dikutip dari Antara.
Bantuan logistik berupa makanan siap saji, air bersih, pakaian, dan kebutuhan dasar lainnya, termasuk perlengkapan untuk anak-anak, telah disalurkan kepada para korban kebakaran. Sementara itu, tujuh warga yang mengalami luka-luka saat proses evakuasi telah dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Yohan menegaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi. Kerugian materi akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai lebih dari Rp35 miliar.
Api pertama kali dilaporkan berkobar di RT 04/RW 06, Gang Tangki, Tamansari, Jakarta Barat, dan dengan cepat merambat ke rumah-rumah penduduk di RT dan RW lain di sekitarnya.
Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Syarif, menjelaskan bahwa api sebenarnya sempat berhasil dilokalisir sekitar pukul 11.00 WIB. Namun, adanya "lompatan api" menyebabkan kebakaran kembali meluas dan merambat ke wilayah RW lain.
"Karena adanya lompatan api, kebakaran merambat ke RW lain, RT lain. Akhirnya terjadi lagi di sebelah sini," kata Syarif di lokasi kejadian.
Syarif menambahkan bahwa pihaknya segera membuat jalur pemadaman baru untuk menjangkau titik api yang baru muncul. Upaya pemadaman kebakaran di Gang Tangki terkendala oleh jauhnya sumber air dan padatnya permukiman warga.
"Kendalanya adalah sumber air yang jauh dan rumah-rumah yang padat, sehingga api cepat merambat. Kami masih fokus memadamkan api di tempat lain, di sebelahnya. Lompatan api inilah yang menyebabkan kebakaran menjalar ke area yang luas," pungkasnya.




