Abcmarathinews.com – Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan serangkaian erupsi pada Jumat kemarin. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat, gunung api ini meletus empat kali dalam rentang waktu sekitar satu jam di sore hari. Hingga kini, status GAK masih berada pada Level III atau Siaga, menandakan potensi bahaya yang perlu diwaspadai.
Rangkaian letusan pada Jumat petang itu dimulai pukul 16.42 WIB dengan semburan kolom abu setinggi 250 meter di atas puncak. Tak berselang lama, pada pukul 16.57 WIB, erupsi kembali terjadi dengan tinggi kolom abu mencapai 200 meter. Aktivitas vulkanik berlanjut pukul 17.49 WIB, kali ini dengan kolom abu sekitar 100 meter. Puncaknya, dua menit kemudian, tepat pukul 17.51 WIB, GAK kembali memuntahkan abu vulkanik setinggi 200 meter. PVMBG mengamati seluruh kolom abu berwarna hitam pekat, dengan intensitas tebal, dan bergerak ke arah utara, timur laut, serta barat laut. Catatan seismograf juga merekam rentetan erupsi ini dengan amplitudo maksimum antara 43 hingga 55,2 milimeter dan durasi 33 sampai 49 detik.

Memasuki hari ini, Sabtu, berdasarkan laporan harian dari situs magma.esdm.go.id, kondisi GAK pada periode pantauan 06.00-12.00 WIB terpantau tertutup kabut 0-III. Meskipun demikian, asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal masih terlihat, mencapai ketinggian sekitar 20-50 meter dari puncak. Cuaca di sekitar lokasi dilaporkan cerah dengan angin lemah bertiup ke arah barat laut, sementara kondisi ombak laut terpantau tenang hingga sedang.
Pengamatan kegempaan juga menunjukkan aktivitas yang signifikan. Tercatat empat kali gempa Hembusan dengan amplitudo 13-22 mm dan durasi 22-75 detik. Selain itu, ada empat kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 11-21 mm dan durasi 5-7 detik, serta lima kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 10-24 mm, tanpa teramati S-P, dan durasi 7-22 detik. Satu kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 2-15 mm, dominan 3 mm, juga terekam.
Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan, Andi Suwardi, menegaskan bahwa meskipun aktivitas vulkanik masih fluktuatif, status Level III (Siaga) tetap dipertahankan. "Status Gunung Anak Krakatau masih berada di Level III (Siaga)," ujarnya. Oleh karena itu, masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki diimbau keras untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif. Abcmarathinews.com melaporkan bahwa PVMBG terus melakukan pemantauan intensif dan mengimbau masyarakat agar selalu mengikuti informasi resmi dari otoritas vulkanologi demi keselamatan bersama, serta tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi.




