Abcmarathinews.com – Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala Kepolisian Republik Indonesia, baru-baru ini mengeluarkan kebijakan penting berupa rotasi sejumlah posisi strategis di tubuh Korps Bhayangkara. Perombakan ini mencakup pergantian pucuk pimpinan di dua wilayah krusial, yakni Kapolda Aceh dan Kapolda Papua Barat Daya, menandai dinamika organisasi yang berkelanjutan.
Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, menjelaskan bahwa langkah mutasi dan promosi jabatan ini merupakan bagian tak terpisahkan dari siklus organisasi. Menurutnya, ini adalah strategi pembinaan karier yang esensial, sekaligus upaya untuk menggenjot profesionalisme, mengasah kapasitas kepemimpinan, dan meningkatkan efektivitas kinerja Polri dalam melayani, melindungi, serta mengayomi masyarakat secara optimal.

Berdasarkan Surat Telegram Kapolri bernomor ST/1335/VI/KEP./2026, terjadi perubahan signifikan di jajaran Kapolda. Irjen Marzuki Ali Basyah yang sebelumnya menjabat Kapolda Aceh, kini dimutasi sebagai Pati Polda Aceh dalam rangka memasuki masa purna tugas. Posisinya kini diisi oleh Brigjen Ruddi Setiawan, yang sebelumnya merupakan Kapuslitbang Polri. Demikian pula di Papua Barat Daya, Brigjen Gatot Haribowo juga dimutasi ke Pati Polda Papua Barat Daya karena pensiun, dan tongkat kepemimpinan Kapolda kini beralih kepada Brigjen Yulius Audie Sonny Latuheru, yang sebelumnya menjabat Kadiklatsusjatrans Lemdiklat Polri.
Rotasi juga menyentuh posisi Wakapolda dan jabatan strategis lainnya. Brigjen Hendra Wirawan, yang sebelumnya mengemban amanah sebagai Wakapolda Banten, kini menduduki posisi Karobinkar SSDM Polri. Jabatan yang ditinggalkannya kini dipercayakan kepada Kombes Iwan Saktiadi, mantan Dirlantas Polda Jawa Timur. Di Maluku, Brigjen Imam Thobroni yang sebelumnya Wakapolda, bertukar posisi dengan Brigjen Arif Budiman, untuk menjabat Widyaswara Kepolisian Utama Tk. II Sespim Lemdiklat Polri. Tak ketinggalan, Wakapolda Papua Barat Daya, Brigjen Semmy Ronny Thabaa, juga dimutasi ke posisi Widyaswara Kepolisian Utama Tk. II Sespim Lemdiklat Polri, dengan penggantinya adalah Kombes Fernando Sanches Napitupulu, yang sebelumnya menjabat Irwasda Polda Papua Barat Daya.
Trunoyudo menegaskan bahwa setiap kebijakan mutasi ini didasarkan pada pertimbangan matang akan kebutuhan organisasi, penerapan sistem meritokrasi, serta evaluasi kinerja yang dilakukan secara berkelanjutan. Dengan adanya penyegaran ini, diharapkan seluruh personel yang mendapatkan amanah di jabatan baru dapat segera beradaptasi, menunjukkan peningkatan kinerja yang signifikan, dan memberikan kontribusi terbaiknya demi kemajuan organisasi serta pelayanan prima kepada masyarakat. Dinamika ini menunjukkan komitmen Polri untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitasnya demi menjaga keamanan dan ketertiban di seluruh pelosok negeri.




