Drama Berdarah Eksekusi Hotel Sultan Kivlan Zen Terluka

Drama Berdarah Eksekusi Hotel Sultan Kivlan Zen Terluka

Abcmarathinews.com – Drama perebutan aset negara di Hotel Sultan, kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, berujung ricuh kemarin. Insiden tersebut mengakibatkan mantan Kepala Staf Kostrad, Kivlan Zen, mengalami luka di bagian tangan.

Setelah ketegangan mereda dan aparat keamanan berhasil mengendalikan situasi dengan memukul mundur massa yang menolak, Kivlan Zen tampak terduduk di salah satu kursi lobi hotel. Tangan kirinya terlihat dibalut perban, dengan jejak darah yang masih terlihat jelas. Kepada awak media, Kivlan menyatakan kehadirannya sebagai kuasa ahli waris dan menjelaskan bahwa luka yang dialaminya berasal dari kawat berduri di tengah kericuhan.

Drama Berdarah Eksekusi Hotel Sultan Kivlan Zen Terluka
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Dengan nada tegar, Kivlan berujar, “Karena dorongan dari belakang, saya mau ini langsung kena kawat berduri. Nggak apa-apa, jadi ada darah saya untuk perjuangan.”

Sementara itu, Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto menjelaskan latar belakang eksekusi ini. Menurut Bambang, tindakan ini merupakan implementasi langsung dari perintah Presiden Prabowo Subianto untuk mengembalikan aset negara. Ia menegaskan bahwa lahan strategis Hotel Sultan, yang terletak di jantung Jakarta, telah dibebaskan oleh pemerintah sejak tahun 1959 untuk kepentingan penyelenggaraan Asian Games IV.

Bambang menyoroti bagaimana selama lima dekade terakhir, aset vital ini telah dikuasai oleh PT Indobuildco, dengan berbagai kejanggalan yang menyertai proses penguasaannya. “Dapat dikatakan bahwa Indobuildco telah menikmati privilese selama 50 tahun untuk menguasai aset negara ini,” ujar Bambang, dikutip dari abcmarathinews.com. Ia menambahkan, Presiden Prabowo Subianto secara khusus menekankan bahwa setelah dikembalikan ke pangkuan negara, aset ini wajib dimanfaatkan secara optimal demi kemakmuran dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

Follow Us

Klik untuk Ikuti kami di Google News

Terkait

Terkini