Abcmarathinews.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendorong pemerintah daerah di seluruh Indonesia untuk aktif menyelenggarakan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026. Langkah ini bukan sekadar ajang hiburan semata, melainkan strategi jitu yang diyakini mampu memacu pergerakan ekonomi lokal secara signifikan.
Tito Karnavian menyoroti betapa besarnya gairah masyarakat Indonesia terhadap sepak bola, terutama saat turnamen sekelas Piala Dunia bergulir. Menurutnya, ajang empat tahunan ini sudah menjadi semacam tradisi perayaan yang meriah di berbagai pelosok negeri. "Saya pernah bertugas di wilayah timur Indonesia, bahkan saat menjadi Kapolda di Papua, perayaan Piala Dunia di sana jauh lebih semarak," kenangnya, saat menyampaikan pandangannya usai pertemuan dengan Direktur Utama TVRI, Tb. Fiki Chikara Satari, di Kantor Pusat Kemendagri.

Berbagai aktivitas ekonomi diprediksi akan bermunculan seiring dengan semaraknya pertandingan. Mulai dari produksi dan penjualan atribut pendukung tim favorit, jersey, hingga geliat usaha kuliner di sekitar lokasi nobar. "Ini adalah potensi luar biasa untuk menggerakkan roda perekonomian lokal," tegas Tito.
Mendagri menambahkan, nobar yang tersebar luas di berbagai daerah akan menjadi platform vital bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mendongkrak pendapatan. Perayaan dan dukungan masyarakat terhadap tim kesayangan mereka secara otomatis akan memicu perputaran uang di tingkat lokal. "Kami akan menginstruksikan kepada seluruh pemerintah daerah untuk memperbanyak titik nobar, sekaligus memantik UMKM agar lebih aktif, tentu dengan tetap memprioritaskan keamanan dan ketertiban umum," imbuhnya.
Di sisi lain, Mendagri juga memberikan apresiasi tinggi kepada TVRI atas keberhasilannya mengamankan hak siar pertandingan Piala Dunia 2026. Akuisisi hak siar ini dinilai sebagai langkah strategis yang akan semakin memperkuat posisi TVRI sebagai media penyiaran publik utama di Indonesia, sekaligus meningkatkan citra dan jangkauannya di mata masyarakat.




