Abcmarathinews.com – Suasana Keraton Solo kembali menghangat menjelang perayaan Kirab Malam 1 Suro. Dua faksi di internal Keraton, yakni PB XIV Purbaya dan PB XIV Mangkubumi, dikabarkan sama-sama berencana mengadakan tradisi sakral tersebut. Kondisi ini mendorong Pelaksana Pelestari, Pengembangan dan Pemanfaatan Keraton Solo, KPH Panembahan Agung Tedjowulan, untuk secara khusus meminta Wali Kota Solo, Respati Ardi, agar turun tangan sebagai penengah.
Menanggapi permintaan tersebut, Respati Ardi menegaskan posisi Pemerintah Kota Solo yang netral. Ia menekankan bahwa prioritas utama adalah memastikan kelancaran, ketertiban, dan kekhidmatan seluruh rangkaian tradisi yang telah berlangsung turun-temurun di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. "Bagi kami, esensinya adalah bagaimana tradisi 1 Suro dapat berjalan dengan khidmat, aman, dan tertib," ujar Respati dalam keterangan pers yang diterima abcmarathinews.com. Ia menambahkan, pihaknya sangat menghormati dinamika internal yang terjadi di Keraton.

Pemerintah Kota Solo, bersama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), telah mengambil langkah proaktif dengan berkoordinasi intensif bersama TNI dan Polri. Fokus utama adalah pada aspek pengamanan, pengaturan lalu lintas, serta kenyamanan bagi masyarakat yang berkeinginan untuk menyaksikan atau berpartisipasi dalam tradisi ini. Respati Ardi juga berharap agar Kirab 1 Suro dapat menjadi momentum penting untuk tirakat dan refleksi diri, sekaligus memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian lokal.
Sebelumnya, KGPH Panembahan Agung Tedjowulan secara gamblang menyampaikan permintaannya kepada Wali Kota Respati Ardi untuk memfasilitasi pertemuan antara kedua kubu Keraton yang berselisih. Pertemuan ini diharapkan dapat menemukan titik temu dan mengakomodasi rencana kirab dari kedua belah pihak. Tedjowulan menekankan pentingnya mediasi ini agar tradisi sakral tersebut dapat berjalan harmonis tanpa perpecahan.
Ketika disinggung mengenai rencana PB XIV Purbaya yang juga akan menggelar kirab pusaka pada Malam 1 Suro, Tedjowulan memilih untuk tidak berkomentar lebih jauh. Ia sepenuhnya menyerahkan penyelesaian perbedaan ini kepada kebijaksanaan Wali Kota Solo, Respati Ardi, sebagai penengah yang diharapkan mampu membawa solusi terbaik bagi semua pihak.




