Misteri Dua PRT Lompat Maut Terkuak Majikan Diperiksa

Misteri Dua PRT Lompat Maut Terkuak Majikan Diperiksa

Abcmarathinews.com – Pihak kepolisian telah memulai pemeriksaan intensif terhadap majikan dari dua pekerja rumah tangga (PRT) berinisial R dan D, yang terlibat dalam insiden tragis melompat dari lantai empat sebuah indekos di kawasan Benhil, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Langkah ini diambil menyusul dugaan kuat adanya tekanan yang membuat kedua PRT tersebut nekat melakukan tindakan ekstrem.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Saputra, mengonfirmasi bahwa majikan kedua PRT tersebut telah dimintai keterangan oleh penyidik. "Iya benar, majikan sudah diperiksa," ujar Roby saat dikonfirmasi oleh abcmarathinews.com beberapa waktu lalu.

Misteri Dua PRT Lompat Maut Terkuak Majikan Diperiksa
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Roby menjelaskan bahwa proses pemeriksaan terhadap majikan dilakukan oleh penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya. Meskipun penanganan awal kasus ini berada di tingkat Polsek, tidak menutup kemungkinan akan ditarik sepenuhnya ke Polda Metro Jaya untuk pendalaman lebih lanjut.

Insiden memilukan ini terjadi beberapa malam sebelumnya, ketika dua PRT tersebut diduga kuat melompat dari ketinggian lantai empat. Tragisnya, salah satu dari mereka dilaporkan meninggal dunia di tempat kejadian, sementara PRT lainnya mengalami patah tulang tangan serius.

Dari hasil pendalaman awal, motif di balik tindakan nekat ini diduga karena kedua PRT tersebut merasa tidak betah dengan kondisi kerja dan berupaya melarikan diri. "Mereka mengaku tidak betah dan berencana kabur bersama. Keduanya lalu nekat melompat dari lantai empat," terang Roby. "Satu korban meninggal dunia, dan satu lainnya mengalami patah tangan."

Korban yang selamat memberikan kesaksian awal bahwa mereka merasa tertekan dan tidak betah karena perlakuan majikan yang disebut "galak" atau bahkan "sadis." Namun, Roby menegaskan bahwa klaim ini masih memerlukan pendalaman serius. "Memang ada indikasi perlakuan yang tidak menyenangkan, bisa berupa ucapan atau tindakan fisik. Namun, kami belum bisa menyimpulkan secara pasti karena proses pemeriksaan masih berlangsung," jelasnya, menekankan pentingnya penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap kebenaran di balik dugaan tersebut.

Follow Us

Klik untuk Ikuti kami di Google News

Terkait

Terkini