Abcmarathinews.com – Kabupaten Tangerang kembali dilanda bencana banjir yang signifikan, menyebabkan ribuan warga terpaksa mengungsi dan ratusan rumah terendam. Peristiwa ini, yang dipicu oleh meluapnya aliran Sungai Cimanceri, telah memengaruhi setidaknya tiga kecamatan di wilayah tersebut.
Menurut Achmad Taufik, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, titik-titik terdampak meliputi Desa Sukamanah di Kecamatan Jambe, Desa Karang Tengah di Kecamatan Pagedangan, serta Desa Cirarab di Kecamatan Legok. Ketinggian air di lokasi-lokasi tersebut menunjukkan variasi yang cukup mencolok. Di Kecamatan Jambe, genangan air dilaporkan mencapai antara 60 hingga 70 sentimeter. Kondisi lebih parah terlihat di Kecamatan Pagedangan, di mana ketinggian air berkisar antara 40 sentimeter hingga puncaknya 1,2 meter. Sementara itu, warga di Kecamatan Legok menghadapi genangan sekitar 50 sentimeter.

Taufik secara tegas menjelaskan bahwa penyebab utama bencana ini adalah luapan debit air dari Sungai Cimanceri yang tidak mampu menampung volume air setelah curah hujan tinggi.
Data terkini dari BPBD Kabupaten Tangerang mencatat bahwa 1.117 jiwa dari 311 kepala keluarga (KK) merasakan dampak langsung dari banjir ini. Sebanyak 252 unit rumah dilaporkan terendam, memaksa sebagian besar penghuninya untuk meninggalkan kediaman mereka. Sekitar 450 warga yang terdampak kini mencari perlindungan di lokasi pengungsian sementara, yaitu Masjid Jami Al-Falah yang berlokasi di Desa Karang Tengah, Kecamatan Pagedangan.
Menanggapi situasi darurat ini, pihak BPBD Kabupaten Tangerang telah bergerak cepat menyalurkan berbagai bantuan logistik esensial. Bantuan tersebut diprioritaskan bagi warga yang terdampak, khususnya mereka yang saat ini berada di posko-posko pengungsian, guna memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi.




