Mengejutkan Ribuan Orang Kaya Masih Terima BPJS Gratis

Mengejutkan Ribuan Orang Kaya Masih Terima BPJS Gratis

Abcmarathinews.com – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin baru-baru ini melontarkan pernyataan mengejutkan yang mengungkap adanya sekitar 10 persen kelompok masyarakat mampu atau orang kaya yang masih menikmati subsidi iuran program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan.

Temuan ini disampaikan Menkes Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat. Ia menjelaskan, data tersebut terkuak setelah Kementerian Kesehatan melakukan sinkronisasi mendalam antara data penerima bantuan iuran BPJS Kesehatan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Mengejutkan Ribuan Orang Kaya Masih Terima BPJS Gratis
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Menurut Budi, hasil sinkronisasi menunjukkan bahwa alokasi dana yang dibayarkan pemerintah tidak sepenuhnya menyasar kelompok 50 persen masyarakat termiskin. "Ada juga yang 10 persen orang terkaya pun kita bayarkan sesudah kita konsolidasikan data di BPS," tegas Budi, menyoroti ketidaktepatan sasaran subsidi.

Sebagai gambaran konkret, Budi mencontohkan kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) JKN, yang iurannya sepenuhnya ditanggung pemerintah. Dari total 96,8 juta penerima PBI, sebanyak 47 ribu di antaranya teridentifikasi tidak tepat sasaran. Bahkan, dengan nada humor, Budi sempat menyebutkan bahwa Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, pun pernah tercatat dalam daftar tersebut.

Perlu diketahui, PBI JKN merupakan salah satu kategori peserta JKN yang iurannya sepenuhnya dibiayai oleh pemerintah, yakni sebesar Rp42 ribu per bulan untuk layanan kelas tiga.

Selain PBI JKN, Menkes juga menyoroti ketidaktepatan sasaran pada kategori lain. Ia menyebutkan, sekitar 35 juta penerima subsidi JKN di kategori Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) Mandiri juga tidak tepat sasaran. Angka serupa juga ditemukan pada sekitar 11 juta penerima di kategori PBPU yang juga terindikasi tidak tepat sasaran.

Melihat kondisi ini, pemerintah bertekad untuk melakukan perbaikan demi terwujudnya keadilan dalam distribusi bantuan. "Angka-angka yang kurang tepat sasaran ini mau kita alihkan ke yang lebih membutuhkan," jelas Budi. Ia menambahkan, "Jadi ada beberapa teman kita di Desil 5 yang belum bisa masuk PBI. Nah, lebih baik kita kurangin yang Desil 10 – yang 10 persen terkaya – kita hapus dia, kita alihkan kuotanya ke yang Desil 5." Langkah ini diharapkan dapat memastikan subsidi BPJS Kesehatan benar-benar sampai kepada mereka yang paling membutuhkan.

Follow Us

Klik untuk Ikuti kami di Google News

Terkait

Terkini