Ratusan Jiwa Terjebak 3 Pekan di Sumbar Bantuan Sulit Menjangkau

Ratusan Jiwa Terjebak 3 Pekan di Sumbar Bantuan Sulit Menjangkau

Abcmarathinews.com – Tiga pekan pascabencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera pada akhir November lalu, ratusan kepala keluarga di Pesisir Selatan, Sumatera Barat, masih menghadapi kenyataan pahit terisolasi dari dunia luar. Sekitar 150 Kepala Keluarga (KK) atau setara 600 jiwa yang bermukim di Ngalau Gadang, Nagari Limau Gadang, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, hingga kini belum bisa mengakses jalan utama akibat dampak bencana tersebut.

Plt Camat IV Nagari Bayang Utara, Darmadi, mengungkapkan bahwa warganya terpaksa bertahan di lokasi karena akses jalan terputus total. "Masih ada 150 KK atau sekitar 600 jiwa yang saat ini bertahan di Limau-limau Ngalau Gadang. Mereka tidak bisa kemana-mana, karena akses terputus. Jalan masih tertimbun material longsor," jelas Darmadi kepada abcmarathinews.com.

Ratusan Jiwa Terjebak 3 Pekan di Sumbar Bantuan Sulit Menjangkau
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Darmadi menambahkan, kendala paling krusial yang dihadapi adalah absennya alat berat di lokasi kejadian. Alat berat tidak dapat menjangkau area tersebut lantaran jembatan penghubung utama telah ambruk. Kondisi ini secara langsung menghambat upaya distribusi bantuan kemanusiaan ke Limau-limau. Untuk mengirimkan logistik, dibutuhkan waktu sekitar satu jam perjalanan melewati lokasi longsoran yang sulit, bahkan bagi pejalan kaki atau pengendara sepeda motor.

"Jalanan masih tertimbun material longsor sepanjang 750 meteran. Alat berat tidak bisa masuk ke sana, karena jembatan terputus," terang Darmadi. Sebagai solusi sementara, sebuah jembatan bambu darurat telah dibangun untuk memungkinkan pejalan kaki dan sepeda motor melintas, meskipun dengan susah payah.

Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, yang telah menjadi kecamatan definitif sejak tahun 2004, meliputi beberapa nagari seperti Puluik-pulik, Koto Ranah, Puluik-puluik Selatan, Muaro Aia, Pancuang Taba, dan Limau Gadang Pancuang Taba. Hampir seluruh nagari di kecamatan ini terdampak parah oleh bencana hidrometeorologi sporadis yang melanda Sumatera pada akhir November.

Data menunjukkan bahwa 16 rumah hanyut dan tertimbun material, sementara sekitar 200 rumah lainnya mengalami kerusakan berat hingga sedang. Warga yang kehilangan tempat tinggal kini mengungsi di Gedung Pertemuan Kecamatan. "Ada 224 jiwa dari 76 KK yang kini mengungsi di gedung pertemuan kecamatan. Mereka kita siapkan hunian sementara di Kampung Limau Hantu, Nagari Puluik-puluik. Segera dibangun. Material sudah mulai datang," kata Darmadi, memberikan secercah harapan bagi para korban.

Bencana banjir bandang dan longsor yang menerjang sejumlah daerah di Pulau Sumatera pada akhir November lalu memang meninggalkan duka mendalam. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, jumlah korban meninggal dunia mencapai 1059 jiwa per Rabu sore. Sementara itu, jumlah korban hilang dari total tiga provinsi tercatat 192 orang. Adapun jumlah pengungsi mencapai 588.226 jiwa. Proses pencarian korban dan upaya pemulihan akses di daerah-daerah terisolasi masih terus berlangsung hingga kini.

Follow Us

Klik untuk Ikuti kami di Google News

Terkait

Terkini