Skandal Pelecehan Seksual USU Terkuak 10 Korban Berani Melapor

Skandal Pelecehan Seksual USU Terkuak 10 Korban Berani Melapor

Abcmarathinews.com – Universitas Sumatera Utara (USU) tengah mengintensifkan penyelidikan terhadap dugaan kasus pelecehan seksual yang melibatkan seorang mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) berinisial CHS. Hingga laporan ini diturunkan, sepuluh individu telah secara resmi mengajukan aduan kepada Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) USU. Dr. Irsan Mulyadi, Manajer Humas dan Promosi USU, mengonfirmasi perkembangan ini.

"Kami baru mengetahui adanya puluhan korban dari berbagai platform media sosial dan informasi yang beredar luas," ungkap Irsan saat diwawancarai abcmarathinews.com. "Namun, hingga Jumat lalu, baru sepuluh orang yang secara formal melapor ke pihak kampus USU."

Skandal Pelecehan Seksual USU Terkuak 10 Korban Berani Melapor
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Irsan menegaskan komitmen kuat USU dan Satgas PPKS untuk menindaklanjuti kasus ini dengan serius, sesuai prosedur yang berlaku. "Kami memastikan penanganan kasus ini dilakukan dengan cermat dan memberikan atensi penuh pada setiap tahapan prosesnya," tambahnya.

Pihak kampus juga mengimbau agar korban lain yang mungkin masih enggan melapor tidak perlu merasa takut. "Identitas pelapor akan kami jaga kerahasiaannya. Bagi yang memerlukan pendampingan psikologis, kami siap memfasilitasinya," jelas Irsan. Ia menambahkan, kesepuluh pelapor sejauh ini memang telah meminta bantuan pendampingan psikologis.

Mengenai bentuk pelecehan, USU belum dapat memastikan apakah ada kontak fisik. "Informasi awal yang kami terima cenderung mengindikasikan pelecehan dalam bentuk verbal, baik melalui percakapan langsung maupun pesan daring," paparnya.

USU telah mengirimkan surat panggilan resmi kepada CHS. Surat tersebut telah diterima oleh orang tua terduga pelaku. Namun, CHS tidak memenuhi panggilan untuk memberikan klarifikasi pada Jumat pagi. "Kami belum mengetahui alasan ketidakhadirannya," kata Irsan.

Apabila CHS kembali mangkir dari panggilan pertama, pihak kampus akan segera melayangkan surat pemanggilan kedua. Penentuan sanksi bagi CHS akan bergantung pada hasil pemeriksaan dan rekomendasi yang dikeluarkan oleh Satgas PPKS USU. "Seluruh keputusan akan berdasarkan rekomendasi tim Satgas. Kami berkomitmen penuh dalam penanganan kasus ini," tegasnya kembali.

Kasus ini pertama kali mencuat di ranah media sosial, di mana dugaan pelecehan oleh CHS, mahasiswa FEB USU, disebut telah menelan puluhan korban. Sejumlah tangkapan layar percakapan yang mengindikasikan tindakan pelecehan diunggah melalui akun Instagram @chardtogi_ dan @manusiagoblokusu. Unggahan-unggahan ini sontak memicu gelombang pengakuan dari individu lain yang mengaku pernah mengalami perlakuan serupa dari terduga pelaku.

Menurut pemilik akun Instagram @chardtogi_, hingga saat ini, teridentifikasi sekitar 66 korban dengan bukti yang dianggap valid, meliputi 60 perempuan dan enam laki-laki. "Jumlah korban yang tercatat dengan bukti kuat mencapai 60 perempuan dan enam laki-laki," ujarnya saat dihubungi abcmarathinews.com.

Modus operandi yang diduga digunakan pelaku, seorang mahasiswa Akuntansi FEB USU angkatan 2025, sangat bervariasi. Mulai dari ajakan untuk melakukan panggilan video seksual (VCS), menginap bersama di hotel, hingga permintaan untuk mengirimkan foto atau video yang bersifat intim. "Pelaku kerap memaksa korban untuk VCS, mengajak check-in, dan meminta foto atau swafoto yang menampilkan bagian pribadi. Korban mengaku terus-menerus dipaksa meskipun telah berulang kali menolak," terang sumber tersebut.

Follow Us

Klik untuk Ikuti kami di Google News

Terkait

Terkini