Abcmarathinews.com – Sebuah kisah pilu sekaligus tragis terkuak di Semarang, di mana seorang suami berinisial AS (37) harus berurusan dengan hukum setelah nekat memukul pria berinisial M (28) hingga mengalami kebutaan permanen. Tindakan brutal ini dipicu oleh emosi membara AS yang memergoki M tengah berjalan bersama istrinya. AS, warga Kelurahan Tampirejo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, menggunakan sapu sebagai alat melampiaskan amarahnya.
Kompol Riki Fahmi Mubarok, Kasi Humas Polrestabes Semarang, menjelaskan kronologi kejadian tersebut. "Jadi yang dilakukan oleh tersangka ini adalah memukul korban menggunakan sapu. Menyebabkan matanya menjadi buta permanen," ujar Riki kepada abcmarathinews.com. Insiden yang menggemparkan warga ini dilaporkan terjadi pada 8 Maret 2026, dengan penangkapan AS di kediamannya pada Kamis, 9 Juli.

Kisah ini bermula ketika M, pria asal Grobogan, berkenalan dengan A (33), istri AS, melalui media sosial TikTok. Kedekatan mereka berlanjut hingga keduanya memutuskan untuk berjalan bersama di kawasan Mranggen, Demak. Namun, AS yang telah mencurigai gerak-gerik istrinya, rupanya telah mengkloning akun media sosial A. Dengan informasi tersebut, AS membuntuti keduanya.
Di tengah perjalanan, AS menghentikan langkah mereka. Tanpa banyak bicara, AS kemudian membawa M dan A ke rumahnya di Tampirejo, Semarang, untuk ‘disidang’ keluarga. Di hadapan anggota keluarga, emosi AS memuncak. Dalam keadaan khilaf dan terbawa amarah, AS mengambil sapu dan menyabetkannya ke arah mata M. Pukulan telak itu mengakibatkan M mengalami kebutaan permanen, disaksikan oleh anggota keluarga yang hadir.
"Waktu itu sempat ada sidang keluarga. Kemudian statement dari tersangkanya memang khilaf dan terbawa emosi. Kemudian menyabetkan sapu itu ke arah korban, kenalah ke matanya," beber Riki.
Atas perbuatannya, AS kini dijerat Pasal 446 ayat (2) KUHP tentang perbuatan yang mengakibatkan luka berat. Ia terancam hukuman pidana penjara hingga lima tahun. Kasus ini menjadi pengingat pahit akan bahaya emosi yang tak terkendali dalam pusaran cinta segitiga.




