Motor Ditarik Massa Ngamuk Kantor Matel Hancur

Motor Ditarik Massa Ngamuk Kantor Matel Hancur

Abcmarathinews.com – Sebuah insiden bentrokan yang menggemparkan terjadi antara sejumlah warga dengan kelompok penagih utang atau yang dikenal sebagai "mata elang" (matel) di Jalan Swadaya, Klender, Jakarta Timur, baru-baru ini. Peristiwa panas ini cepat menyebar dan menjadi viral di berbagai platform media sosial, menunjukkan kerumunan massa yang mendatangi sebuah lokasi yang diyakini sebagai kantor kelompok matel tersebut. Ketegangan memuncak diduga kuat akibat aksi penarikan paksa kendaraan bermotor oleh pihak matel.

Kapolsek Cakung, AKP Andre, membenarkan insiden tersebut saat dikonfirmasi oleh abcmarathinews.com. Menurut Andre, pemicu utama kericuhan adalah penarikan paksa sepeda motor milik seorang warga. "Jadi ada wargalah, bukan warga Cakung tapi ya, jadi ada warga katanya ditariklah motornya itu. Nah, mungkin karena kesel, itu mungkin ngumpul-ngumpulin temennya kali kan," jelas Andre, menggambarkan kronologi awal kemarahan massa. Massa yang merasa geram kemudian berbondong-bondong mendatangi kantor matel tersebut.

Motor Ditarik Massa Ngamuk Kantor Matel Hancur
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Menanggapi laporan bentrokan, pihak kepolisian dari Polsek Cakung segera bergerak cepat. AKP Andre menyatakan bahwa seluruh anggotanya dikerahkan dalam status Panggilan Luar Biasa (PLB) untuk segera merapat ke lokasi. "Seluruhnya (anggota polsek) saya sterling, PLB semua, kita suruh merapat sana semua biar nggak ada korban kan," tegasnya, menunjukkan prioritas untuk mencegah eskalasi dan jatuhnya korban.

Beruntung, insiden ini tidak menelan korban jiwa maupun menimbulkan penangkapan dari pihak kepolisian. Namun, kantor kelompok matel yang menjadi sasaran amuk massa dipastikan mengalami kerusakan signifikan. AKP Andre menambahkan bahwa situasi di Jalan Swadaya kini telah kembali kondusif dan terkendali. Ia juga menekankan bahwa kelompok penyerang bukanlah warga setempat, melainkan massa yang terprovokasi dari luar area tersebut.

Follow Us

Klik untuk Ikuti kami di Google News

Terkait

Terkini