Abcmarathinews.com – Kota Medan dilanda banjir parah setelah hujan deras mengguyur selama tiga hari berturut-turut. Ketinggian air yang terus meningkat memaksa warga untuk mengungsi ke lantai dua rumah mereka demi keselamatan. Luapan Sungai Deli, Sungai Babura, dan Sungai Belawan semakin memperburuk situasi, menambah kepanikan warga.
Vera, seorang warga Kampung Lalang, mengungkapkan bahwa air mulai naik sejak pagi hari. "Kami sudah siap-siap dari semalam. Barang-barang penting sudah dipindahkan ke lantai dua. Sekarang saya dan anak-anak menyelamatkan diri ke lantai dua rumah kami. Deras sekali banjirnya, beda ini dengan sebelumnya," ujarnya dengan nada cemas.

Kawasan Simpang Kampung Lalang menjadi salah satu titik terparah, dengan ketinggian air mencapai pinggul orang dewasa. Kondisi serupa juga terjadi di Simpang Manhattan, di mana arus air yang deras membuat kendaraan kesulitan melintas. Kompleks Perumnas Helvetia Meleleh juga terendam banjir setinggi satu meter, memaksa warga mengungsi.
Jalan Dr. Mansyur menuju kawasan USU juga tidak luput dari genangan air yang meluap, menghambat arus lalu lintas. Jalan Gaharu dan Jalan Bambu juga terendam banjir setinggi lutut orang dewasa. Di Jalan Bhayangkara dan sejumlah persimpangan menuju Jalan Pancing, kendaraan roda dua tidak dapat melintas akibat tingginya air.
Kondisi lalu lintas di kawasan UNIMED dan UIN Medan Area dilaporkan lumpuh total akibat banjir. Jalan Yos Sudarso di kawasan Brayan dan Simpang Kantor juga tidak dapat dilalui kendaraan. Situasi terparah terjadi di Simpang Canang dan kawasan Belawan, di mana air mencapai dada orang dewasa saat pasang laut.
Petugas terkait terus melakukan pemantauan di lapangan dan mengimbau warga untuk berhati-hati serta menghindari jalur yang tergenang. Warga diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat hujan deras masih terus mengguyur Kota Medan.




