Makassar Membara Mahasiswa Soroti MBG Hingga Kabinet

Makassar Membara Mahasiswa Soroti MBG Hingga Kabinet

Abcmarathinews.com – Gelombang protes mahasiswa kembali mengguncang Makassar. Ratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan, menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di bawah flyover Jalan Urip Sumoharjo dan Jalan AP Pettarani. Aksi ini tidak hanya menutup akses jalan utama, tetapi juga diwarnai dengan ‘penyanderaan’ truk kontainer yang dijadikan mimbar orasi, serta pembakaran ban bekas, menciptakan pemandangan yang menyita perhatian publik.

Inti dari tuntutan mereka adalah mendesak pemerintahan Prabowo-Gibran untuk segera melakukan restrukturisasi kabinet demi efisiensi yang lebih baik, serta memangkas pos-pos belanja birokrasi yang dianggap tidak produktif. Langkah ini, menurut mahasiswa, krusial untuk menyelamatkan postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar benar-benar dapat dialokasikan bagi kemaslahatan rakyat.

Makassar Membara Mahasiswa Soroti MBG Hingga Kabinet
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Fokus utama sorotan mahasiswa juga tertuju pada berbagai kebijakan yang dinilai kurang berpihak pada rakyat, termasuk program kontroversial Makan Bergizi Gratis (MBG). "Kami mendesak keterbukaan informasi publik secara menyeluruh terkait alokasi anggaran MBG," seru salah satu orator. Mereka juga menuntut pelibatan penuh petani lokal dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) daerah, sebagai upaya preventif untuk mencegah potensi monopoli korporasi besar dalam implementasi program tersebut.

Tidak hanya itu, Undang-Undang Polri yang baru disahkan juga menjadi sasaran kritik tajam. Mahasiswa menilai pembahasan UU tersebut dilakukan secara terburu-buru dan berpotensi merusak sendi-sendi demokrasi di Indonesia. "Kami menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat sipil, akademisi, dan mahasiswa untuk bersatu melakukan uji materiil terhadap pasal-pasal problematis dalam UU Polri baru di Mahkamah Konstitusi. Ini adalah langkah vital untuk menyelamatkan ruang demokrasi dan mencegah bahaya represif siber," tegasnya.

Kondisi ekonomi makro juga tak luput dari perhatian. Mahasiswa mendesak Bank Indonesia dan pemerintah untuk segera merumuskan kebijakan moneter yang lebih agresif guna memperkuat nilai tukar rupiah yang terus tertekan. Pembatasan ketergantungan impor komoditas sekunder juga dianggap penting untuk mencegah ‘badai’ Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sektor industri.

Lebih lanjut, mereka menuntut pemerintah agar segera menstabilkan harga bahan pokok yang terus merangkak naik, membebani masyarakat kecil. "Hentikan liberalisasi harga BBM bersubsidi dan jamin ketersediaan barang kebutuhan pokok dengan harga yang rasional serta terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat," pungkas orator, mengakhiri serangkaian tuntutan ekonomi.

Menanggapi aksi ini, Kabagops Polrestabes Makassar, AKBP Harry F Aritonang, menyatakan bahwa pengamanan unjuk rasa melibatkan ratusan personel. "Total 766 personel dikerahkan hari ini untuk mengamankan jalannya demonstrasi," ujar Harry kepada abcmarathinews.com. Di sisi lain, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, mengimbau mahasiswa untuk tetap waspada dan tidak mudah terprovokasi. "Berhati-hatilah terhadap pihak-pihak yang berupaya memprovokasi atau mengintimidasi. Waspada juga terhadap penyusup yang mungkin ingin merusak niat baik dari para pengunjuk rasa," pesan Arya, seperti dikutip abcmarathinews.com.

Follow Us

Klik untuk Ikuti kami di Google News

Terkait

Terkini