Mahasiswa Banyumas Raya Guncang Purwokerto Tuntut Perubahan

Mahasiswa Banyumas Raya Guncang Purwokerto Tuntut Perubahan

Abcmarathinews.com – Alun-alun Purwokerto menjadi saksi bisu gelombang protes yang diinisiasi oleh massa mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi se-Banyumas Raya akhir pekan ini. Aksi demonstrasi yang menyoroti dugaan arah kebijakan keliru dari pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka ini tampil beda, diwarnai dengan pembukaan lapak baca buku dan pasar baju bekas gratis yang menarik perhatian publik.

Gerakan protes ini tidak hanya berfokus pada orasi, melainkan juga menghadirkan panggung musik dan pertunjukan teatrikal, menciptakan mimbar bebas yang lebih inklusif. Koordinator lapangan aksi, Setyawan, menjelaskan bahwa kehadiran lapak baca dan pasar baju bekas gratis ini menjadi simbol kuat. "Ini adalah bukti nyata bahwa kegelisahan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran tidak hanya dirasakan oleh kalangan mahasiswa, tetapi juga oleh masyarakat luas," tegas Setyawan saat ditemui oleh wartawan Abcmarathinews.com.

Mahasiswa Banyumas Raya Guncang Purwokerto Tuntut Perubahan
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Setyawan menambahkan, aksi kali ini merupakan kelanjutan dari demonstrasi sebelumnya, mencerminkan kekecewaan mendalam terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai telah menimbulkan persoalan serius di berbagai sektor, terutama ekonomi. "Kami merasakan kejenuhan dengan kepemimpinan Prabowo-Gibran. Belum genap dua tahun menjabat, namun dampak kerusakan yang ditimbulkan sudah sangat besar. Perekonomian Indonesia kami nilai stagnan akibat kebijakan fiskal dan proyek strategis nasional yang menurut kami tidak tepat sasaran," ungkapnya.

Dalam aksinya, BEM Banyumas Raya mengusung lima tuntutan utama. Pertama, mendesak penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kedua, menuntut penghentian proyek Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Ketiga, menyerukan penegakan kembali supremasi sipil, termasuk dengan mengkritisi Undang-Undang TNI dan Rancangan Undang-Undang Polri.

Uniknya, setengah lajur Jalan Jenderal Soedirman Purwokerto sempat ditutup oleh massa aksi, sebagaimana dilaporkan oleh sumber dari detikJateng. Setyawan menjelaskan bahwa pengemasan aksi yang berbeda ini bertujuan agar masyarakat dapat terlibat secara langsung. "Kami ingin mimbar bebas ini bukan sekadar orasi, tapi juga ada mimbar kesenian. Ada band, ada teatrikal, lapak baca, dan pasar gratis. Ini semua menunjukkan bahwa bukan hanya mahasiswa yang muak, masyarakat pun merasakan hal yang sama," imbuhnya.

Partisipasi dalam aksi ini juga sangat beragam. Tidak hanya mahasiswa yang tergabung dalam organisasi kampus, tetapi juga sejumlah komunitas masyarakat dan organisasi seperti Aksi Kamisan Purwokerto turut bergabung. "Bisa dilihat, kami semua sudah melepas almamater. Kami melebur menjadi satu dengan masyarakat. Aksi ini mengatasnamakan BEM Banyumas Raya dan juga menggandeng teman-teman dari berbagai organisasi," pungkas Setyawan, menegaskan semangat kebersamaan dalam menyuarakan aspirasi.

Follow Us

Klik untuk Ikuti kami di Google News

Terkait

Terkini