Horor Game Online Siswi SD Bunuh Ibu Kandung

Horor Game Online Siswi SD Bunuh Ibu Kandung

Abcmarathinews.com – Polrestabes Medan akhirnya berhasil mengungkap tabir di balik kasus pembunuhan tragis yang diduga melibatkan seorang siswi kelas 6 sekolah dasar (SD) berinisial A terhadap ibu kandungnya sendiri. Motif yang terkuak sungguh mengejutkan, melibatkan kombinasi kekerasan dalam rumah tangga dan pengaruh kuat dari dunia game online.

Menurut keterangan yang disampaikan Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Calvijn Simanjuntak, aksi nekat A berakar dari akumulasi kemarahan dan sakit hati yang telah lama terpendam. Korban, ibu kandung A, disebut sering melancarkan ancaman fisik terhadap suami dan kedua anaknya, termasuk A dan kakaknya, menggunakan pisau. "Timeline persiapannya bahwa perlakuan korban terhadap kakak adik ayah pernah mengancam ketiganya dengan pisau," ungkap Kombes Calvijn di markas Polrestabes Medan.

Horor Game Online Siswi SD Bunuh Ibu Kandung
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Lebih lanjut, Kombes Calvijn membeberkan bahwa A dan kakaknya kerap menjadi sasaran kekerasan fisik. Mereka sering dipukul menggunakan sapu dan tali pinggang, bahkan A tak jarang dicubit oleh ibunya. Perlakuan kejam ini memupuk amarah yang mendalam dalam diri A. "Kakak sering dimarahi dipukul menggunakan sapu dan tali pinggang. Adik sering dimarahi dan dicubit," jelasnya, menggambarkan kondisi pilu yang dialami anak-anak tersebut. Amarah yang terpendam itu, kata Calvijn, sudah lama bergejolak, bahkan sempat memunculkan pikiran untuk melukai ibunya, namun kesempatan belum didapatkan.

Selain kekerasan fisik, faktor lain yang memicu kemarahan A adalah penghapusan game online kesayangannya oleh sang ibu. "Jadi anak atau si adik sakit hati karena game online-nya dihapus," terang Calvijn. A diketahui sangat gemar bermain game online ‘Murder Mystery’ dan menonton serial anime ‘Detektif Conan’. Namun, tindakan ibunya menghapus konten-konten tersebut ternyata menjadi pemicu tambahan yang fatal.

"Dari situlah si A termotivasi. Adik melihat game Murder Mystery pada season Kills Others menggunakan pisau. Dia juga menonton serial Anime Detektif Conan episode 271 pada saat adegan pembunuhan menggunakan pisau. Makanya A menggunakan pisau melakukan tindak pidananya," jelas Calvijn, menguraikan bagaimana inspirasi keji itu muncul dari dunia maya.

Peristiwa berdarah itu terjadi di kediaman mereka di Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara. A, yang baru berusia 12 tahun, diduga kuat menikam FS, ibu kandungnya, hingga tewas. Insiden tragis ini bermula saat A terbangun di tengah malam. Melihat ibunya terlelap di sampingnya, emosi yang selama ini terpendam dalam dirinya tiba-tiba meluap tak terkendali. "Adik terlintas berpikir melukai korban tapi tak ada kesempatan. Adik tiba-tiba terbangun dan memandang korban yang tidur di sampingnya. Semakin menimbulkan rasa marah," pungkas Calvijn, menggambarkan detik-detik mengerikan yang terjadi.

Menyikapi kasus ini, penyidik telah menetapkan A sebagai anak yang berkonflik dengan hukum. Penanganan kasus ini akan dilakukan secara khusus, dengan mengedepankan sistem peradilan pidana anak. "Selama di kantor polisi, adik didampingi dan diberikan hak-hak mendasarnya, seperti hak beribadah, bermain, berkomunikasi, memperoleh pendidikan, serta hak-hak lainnya," tutup Calvijn, menegaskan komitmen untuk melindungi hak-hak anak meskipun dalam proses hukum.

Follow Us

Klik untuk Ikuti kami di Google News

Terkait

Terkini