Abcmarathinews.com – Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, menuntaskan kunjungannya ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) Wolomoni di Desa Niowula, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Dari kunjungan ini, Gibran mengaku membawa pulang segudang pekerjaan rumah (PR) yang membutuhkan tindak lanjut segera.
Kunjungan Gibran ke SDN Wolomoni menjadi sorotan setelah sekolah tersebut viral terkait rencana penggunaan lahannya untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Selama di lokasi, Wapres berkeliling meninjau langsung kondisi fasilitas sekolah, berinteraksi dengan para guru, siswa, tokoh adat, serta masyarakat setempat. Ia juga menyempatkan diri menyerahkan bingkisan berupa tas sekolah, alat tulis, dan tempat bekal kepada para siswa.

Usai mendengarkan langsung aspirasi dari guru, orang tua murid, serta menerima laporan dari kepala sekolah dan kepala desa, Gibran menegaskan akan menindaklanjuti berbagai persoalan. "Nanti pulang dari sini saya punya PR soal MBG, PKH, KIS, sinyal internet, KDMP, serta aspirasi dari tenaga pendidik," ujarnya, menggarisbawahi kompleksitas tantangan yang dihadapi.
Salah satu isu krusial adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pihak sekolah dan desa melaporkan bahwa dapur SPPG 3T sudah dibangun, namun belum dapat beroperasi karena belum mengantongi izin resmi, sehingga siswa belum bisa menikmati manfaat program ini. Menanggapi hal tersebut, Gibran menekankan perlunya percepatan penanganan. "SDN Wolomoni belum dapat MBG meski dapurnya sudah siap. Ini harus dipercepat karena wilayah seperti ini lebih membutuhkan program ini. Kalau sudah siap, seharusnya segera berjalan agar meringankan beban orang tua," tegas Gibran. Ia juga mengakui adanya kekurangan dalam program MBG, terutama pasca-penangkapan pimpinannya, sehingga tata kelola ke depan harus diperbaiki agar lebih efisien.
Polemik terkait pembangunan KDMP juga menjadi perhatian serius. Gibran memastikan bahwa lokasi pembangunannya akan dikaji ulang secara cermat. "Carikan lokasi terbaik, jangan sampai mengganggu sekolah, bersaing dengan BUMDes maupun pedagang warga. Pastikan menjadi ekosistem yang saling melengkapi, dan tidak ada pihak yang saling dibenturkan," instruksinya, menekankan pentingnya harmoni dan keberlanjutan.
Selain itu, keluhan warga lainnya yang dicatat Gibran meliputi kualitas sinyal internet yang masih terbatas, bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang belum menjangkau seluruh siswa dan keluarga, serta kebutuhan mendesak akan pembangunan ruang guru yang belum terwujud.
Kepala Sekolah SDN Wolomoni, Yohanes Dua, mengungkapkan rasa senang dan terima kasih atas kunjungan Wapres. "Kami beserta orang tua siswa merasa sangat senang dan bahagia bisa bertemu langsung dengan Wakil Presiden serta menyampaikan aspirasi kami," ujarnya kepada abcmarathinews.com. Yohanes menambahkan, dalam dialog tersebut, pihaknya juga menyampaikan kebutuhan sarana prasarana vital seperti ruang guru, pagar sekolah, dan perbaikan jaringan internet. Fasilitas-fasilitas ini rencananya akan diusulkan untuk dimasukkan ke dalam program revitalisasi sekolah.




