Abcmarathinews.com – Sebuah tragedi memilukan melanda ruas Tol KM. 420-200 simpang susun Krapyak, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, ketika Bus PO Cahaya Trans mengalami kecelakaan maut. Insiden yang terjadi dini hari itu menewaskan belasan penumpang dan melukai banyak lainnya, menggemparkan publik dengan kronologi yang mengerikan.
Menurut keterangan Kasat Lantas Polrestabes Semarang AKBP Yunaldi, kecelakaan bermula saat bus melaju dari arah Selatan (Kalikangkung) menuju Utara (Krapyak). "Ketika melintasi jalan yang menikung tajam, sopir diduga kuat kehilangan kendali atas kendaraannya. Bus kemudian oleng ke kanan, menabrak pembatas jalan, lalu terguling ke sisi kanan," jelas Yunaldi dalam pernyataan tertulisnya.

Peristiwa nahas yang melibatkan bus bernomor polisi B. 7201 IV ini diperkirakan terjadi sekitar pukul 00.30 WIB. Bus yang diketahui berangkat dari Bogor dengan tujuan Yogyakarta tersebut dilaporkan melaju dalam kecepatan tinggi sebelum akhirnya hilang kendali dan berujung pada tabrakan serta terguling.
Tim SAR gabungan segera bergerak cepat. Basarnas Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang, yang tengah bersiaga khusus Nataru (Natal dan Tahun Baru) di Posko Gabungan Kalikangkung, langsung menuju lokasi. Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, menyatakan, "Kami bersama tim gabungan dari Polri, Jasa Marga, PMI, dan lainnya berhasil mengevakuasi seluruh korban dari bus nahas ini. Awalnya, 15 penumpang dinyatakan meninggal dunia dan 19 lainnya mengalami luka-luka."
Proses evakuasi tidaklah mudah. Budiono menjelaskan, beberapa korban terjepit di dalam bus yang terguling, dan akses menuju mereka dipenuhi pecahan kaca. Tim harus masuk ke dalam bangkai bus, membuka jalur, dan mengevakuasi korban dengan ekstra hati-hati. "Evakuasi baru tuntas pada pukul 4 subuh. Penyebab pasti kecelakaan masih diselidiki, namun dugaan awal adalah bus hilang kendali saat melaju kencang," tambahnya.
Setelah seluruh korban berhasil dievakuasi, mereka segera dilarikan ke sejumlah rumah sakit terdekat, termasuk RSUP dr. Kariadi, RS. Columbia Asia, dan RSUD dr. Adhyatma MPH atau RS. Tugu Semarang. Tragisnya, jumlah korban meninggal dunia kemudian bertambah satu orang, menjadikan total 16 jiwa melayang dalam insiden ini.
Kapolda Jawa Tengah Irjen Ribut Hari Wibowo yang turut meninjau RSUP Dr. Kariadi mengungkapkan fakta penting terkait pengemudi bus. "Setelah kami periksa, ternyata pengemudi bus tersebut adalah sopir cadangan. Kami sedang melakukan olah TKP dan penyidikan mendalam," kata Kapolda.
Polisi masih terus mendalami penyebab pasti kecelakaan tunggal ini. Sopir bus akan menjalani tes urine untuk memastikan apakah ada pengaruh narkoba atau zat terlarang lainnya. "Penyelidikan masih berlangsung. Dugaan awal adalah kecelakaan tunggal. Sopir akan kami tes urine untuk mengetahui apakah ada penggunaan narkoba atau zat terlarang," pungkasnya.




