Abcmarathinews.com – Anggota DPR RI Atalia Praratya akhirnya angkat bicara, meski singkat, mengenai proses perceraiannya dengan mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Di tengah sorotan publik yang terus mengikuti, Atalia hanya melontarkan kalimat penuh makna yang mengundang simpati, mengisyaratkan permohonan dukungan di masa sulitnya.
Gugatan cerai yang diajukan Atalia terhadap suaminya, yang akrab disapa RK, telah memasuki babak baru di meja hijau. Sidang perdana kasus ini telah digelar pada tengah pekan lalu di Pengadilan Agama Kota Bandung. Dalam persidangan tersebut, baik Atalia maupun Ridwan Kamil tidak hadir secara langsung, melainkan diwakili oleh tim kuasa hukum masing-masing.

Saat ditemui abcmarathinews.com di sela-sela peresmian rute penerbangan perdana Bandung-Semarang di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Atalia Praratya memilih untuk tidak banyak berkomentar. Dikejar pertanyaan wartawan mengenai gugatan cerainya, ia hanya tersenyum tipis dan bergegas masuk ke mobil pribadinya. "Akang, nuhun yah. Minta doanya, ya, kang," ucap Atalia singkat, meninggalkan kesan mendalam bagi para jurnalis yang hadir.
Sebelumnya, kabar mengenai kesepakatan cerai antara Atalia dan RK telah diumumkan oleh kedua tim pengacara mereka di Bandung. Proses mediasi yang telah dilalui keduanya, dihadiri langsung oleh Atalia dan Ridwan Kamil serta mediator Pengadilan Agama, membuahkan hasil.
Wenda Aluwi, pengacara Ridwan Kamil, menjelaskan bahwa mediasi tersebut telah mencapai beberapa poin kesepakatan. "Secara normatif, perceraian ini akan terus berjalan secara baik-baik hingga putusan pengadilan ditetapkan," ujarnya. Senada, Debi Agusfriansa, kuasa hukum Atalia, menegaskan bahwa kliennya dan Ridwan Kamil telah sepakat untuk berpisah secara baik-baik.
Debi juga mengungkapkan salah satu hasil penting dari mediasi tersebut: kesepakatan untuk mengasuh anak-anak secara bersama-sama. Selain itu, ia secara tegas membantah rumor adanya pihak ketiga yang menjadi penyebab keretakan rumah tangga ini. "Kami pastikan dalam gugatan itu tidak ada yang namanya pihak ketiga. Jadi perpisahan ini murni karena keinginan kedua belah pihak," kata Debi.
Atalia sendiri, melalui kuasa hukumnya, berharap masyarakat dapat menghormati privasi mereka. "Ibu Atalia juga menyampaikan bahwa masyarakat harus saling menghormati karena ini masalah pribadi. Jadi kami berharap ke depannya kita saling mendoakan agar ini yang terbaik untuk bapak maupun ibu," tutup Debi, mengakhiri pernyataan yang penuh harapan akan pengertian publik.




