Bau Sampah Menggila! Kapasitas RDF Rorotan Dipangkas?

Bau Sampah Menggila! Kapasitas RDF Rorotan Dipangkas?

Abcmarathinews.com – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengambil langkah tegas dengan membatasi kapasitas pengolahan sampah di fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan menjadi maksimal 1.000 ton per hari. Keputusan ini diambil setelah evaluasi mendalam terhadap operasional RDF Rorotan yang sempat memicu keluhan warga.

Pramono menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas pengolahan sampah hingga 2.500 ton per hari justru menimbulkan serangkaian masalah yang mengganggu kenyamanan warga sekitar. Salah satu masalah utama adalah munculnya bau tidak sedap yang diduga kuat berasal dari proses pengolahan sampah yang tidak optimal.

 Bau Sampah Menggila! Kapasitas RDF Rorotan Dipangkas?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Sampah yang terpapar hujan memicu pertumbuhan bakteri. Selain itu, penggunaan truk pengangkut sampah compacted yang sudah tua menyebabkan kebocoran air lindi, yang kemudian menimbulkan bau yang sangat mengganggu," ungkap Pramono di Balai Kota DKI Jakarta.

Menurut Pramono, pembatasan kapasitas menjadi 1.000 ton per hari terbukti lebih efektif dalam menjaga kualitas udara dan ketertiban operasional. Ia menambahkan bahwa dengan kapasitas yang lebih terkontrol, proses pengolahan sampah menjadi lebih teratur dan cerobong asap tetap bersih. Idealnya, sampah yang diolah menjadi RDF adalah sampah yang berusia 2 hingga 5 hari.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berupaya untuk mengganti armada truk pengangkut sampah yang sudah tua. Saat ini, sudah ada 93 truk baru yang beroperasi sejak tahun lalu. Pramono telah meminta agar pengadaan truk baru untuk tahun depan dipercepat, sehingga truk-truk lama dapat dialihkan ke lokasi lain. Dengan armada yang lebih modern, diharapkan masalah kebocoran air lindi dan bau tidak sedap dapat diatasi secara signifikan.

Follow Us

Klik untuk Ikuti kami di Google News

Terkait

Terkini