MPLS 2026 Dimulai Sekolah Wajib Bebas Pelonco

MPLS 2026 Dimulai Sekolah Wajib Bebas Pelonco

Abcmarathinews.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) baru saja meresmikan pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026, menandai dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027. Inisiatif MPLS Ramah ini bertujuan untuk menjamin setiap peserta didik mengawali pengalaman belajar mereka dalam suasana sekolah yang kondusif, aman, nyaman, inklusif, serta terbebas dari segala bentuk perpeloncoan dan praktik senioritas yang merugikan.

Abdul Mu’ti, selaku Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), menegaskan bahwa MPLS adalah fase krusial yang menandai permulaan perjalanan edukasi bagi para siswa di setiap tingkatan. "Kami menyerukan kepada seluruh anak-anakku untuk memanfaatkan momentum MPLS ini sebagai pijakan awal menuju masa depan yang cerah dan pencapaian cita-cita luhur dalam hidup kalian," ungkap Mu’ti.

MPLS 2026 Dimulai Sekolah Wajib Bebas Pelonco
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Beliau juga menekankan komitmen Kemendikdasmen untuk terus menumbuhkan iklim sekolah yang aman dan nyaman, menjadikan institusi pendidikan sebagai rumah kedua bagi seluruh komunitasnya. Setiap generasi muda Indonesia, tanpa terkecuali, berhak mendapatkan akses layanan pendidikan berkualitas, terlepas dari status ekonomi, kapasitas intelektual, atau kondisi fisiknya.

Mu’ti kembali mengingatkan keras agar pelaksanaan MPLS tidak sedikit pun dinodai oleh praktik perpeloncoan atau senioritas yang tidak pantas. Justru, MPLS Ramah harus menjadi ajang untuk memupuk kebiasaan saling menghormati, menghargai, dan menyayangi di antara seluruh elemen sekolah. "Lebih dari itu, MPLS Ramah adalah kesempatan emas untuk menemukan, menggali, dan mengasah potensi serta bakat unik yang dimiliki setiap anak Indonesia. Karena pada hakikatnya, setiap anak adalah pribadi hebat dengan kekayaan talenta mereka," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Mendikdasmen turut menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pendidik yang tak henti mendampingi siswa dengan ketulusan, serta kepada para orang tua yang telah menitipkan amanah pendidikan putra-putrinya kepada institusi sekolah. "Untuk anak-anakku sekalian, selamat menempuh jenjang pendidikan yang baru. Biarkan MPLS ini menjadi titik tolak semangat baru untuk menggapai segala impian yang kalian dambakan," pesannya penuh harap.

Tatang Muttaqin, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, menambahkan bahwa esensi MPLS adalah menciptakan ruang adaptasi yang kuat bagi siswa baru, didukung oleh bimbingan guru yang ramah dan persahabatan dari kakak kelas.

Guna memastikan kelancaran MPLS Ramah, Kemendikdasmen telah merilis Buku Rujukan MPLS Ramah 2026. Buku ini berisi beragam ide kegiatan yang bisa disesuaikan dengan karakteristik masing-masing sekolah, seperti "Salam Sapa Murid Baru", Upacara Bendera, "Pagi Ceria", pengenalan Delapan Dimensi Profil Lulusan, hingga inisiatif "Gerakan Indonesia ASRI" (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Tak hanya itu, MPLS juga diperkaya dengan materi-materi penting seperti edukasi pencegahan penyalahgunaan narkoba, bahaya judi, serta penanaman nilai disiplin, tanggung jawab, dan metode pembelajaran yang menyenangkan.

"Mari kita bersinergi mengawal implementasi MPLS Ramah 2026 dengan penuh dedikasi, transparansi, dan kasih sayang terhadap para siswa. Saya mengajak para orang tua, pihak sekolah, dan seluruh panitia MPLS untuk menjadikan hari pertama sekolah sebagai momen yang penuh keceriaan dan senyuman," pungkas Dirjen Tatang.

Semangat pelaksanaan MPLS Ramah ini nyata terlihat di SMK Negeri 2 Singosari. Putri Kayla Azzahra, seorang siswi kelas XI Program Keahlian Animasi yang juga menjadi panitia MPLS dari OSIS, mengungkapkan bahwa ia dan rekan-rekannya telah merancang serangkaian kegiatan menarik untuk menyambut sekitar 600 siswa baru. Kayla menjelaskan, sejak tahap pra-MPLS, para siswa baru sudah diajak berkeliling untuk mengakrabkan diri dengan lingkungan sekolah. Selama MPLS berlangsung, mereka akan mengikuti beragam sesi, mulai dari pengenalan budaya sekolah, bahaya NAPZA, hingga penerapan budaya ASRI. Puncak kegiatan akan ditutup dengan pentas seni dan berbagai perlombaan, yang diharapkan dapat semakin mempererat tali persaudaraan. "Untuk adik-adik, teruslah bersemangat dan jangan pernah ragu untuk mencoba hal baru, karena kami di sini hadir bersama-sama untuk menciptakan inovasi dan mengukir prestasi," tutur Kayla penuh motivasi.

Follow Us

Klik untuk Ikuti kami di Google News

Terkait

Terkini