Abcmarathinews.com – Drama pelarian Taufik Hidayat (30), tersangka utama dalam kasus penyekapan dan penyiksaan keji terhadap kekasihnya, YTR (29), akhirnya berakhir. Tim gabungan Polda Jawa Barat berhasil meringkus Taufik di sebuah perumahan di Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, pada Selasa malam, mengakhiri perburuan yang intens setelah kasus kekerasan brutal ini terungkap ke publik.
Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan mengungkapkan, tersangka menerapkan strategi pelarian yang licin, berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain untuk menghindari jejak aparat. "Pelariannya sempat membawa dia hingga ke Tangerang. Namun, di sana ia merasa tertekan dan tidak aman, sehingga memutuskan kembali ke Jawa Barat," jelas Irjen Rudi. Tersangka disebut-sebut hidup dalam ketakutan, diliputi rasa curiga terhadap setiap orang di sekitarnya, hingga akhirnya terpojok di wilayah Majalaya sebelum penangkapan.

Penyidik berhasil melacak keberadaan Taufik melalui serangkaian aktivitas dan transaksi yang ia lakukan selama dalam pelarian. "Berdasarkan pengakuannya, ia ditangkap di kediaman seorang temannya. Kami telah mengikutinya sejak pagi dan memantau beberapa transaksi yang menjadi petunjuk krusial bagi kami," tambah Rudi, menegaskan bahwa Taufik bergerak sendirian tanpa bantuan pihak lain. Setelah berhasil ditangkap, Taufik sempat diamankan di Polsek Majalaya sebelum kemudian dibawa ke Markas Polda Jawa Barat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Hendra Rochmawan sempat menggambarkan Taufik sebagai buronan yang sangat lihai dalam bersembunyi. "Dia berpindah-pindah lokasi bahkan setiap jam, namun masih dalam lingkup Bandung Raya," ungkap Kombes Hendra kepada abcmarathinews.com, menggambarkan betapa sulitnya melacak jejak pelaku.
YTR (29) diduga menjadi korban penganiayaan dan penyekapan brutal oleh Taufik selama tiga tahun di kamar kos mereka di wilayah Cileunyi, Kabupaten Bandung. Kondisi korban sangat memprihatinkan, dengan luka berat yang menyebabkan ia tidak dapat melihat secara normal, bibir sumbing, kesulitan berbicara, bahkan tidak mampu berjalan. Saat ini, YTR masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung.
Kondisi memilukan YTR juga mendapat perhatian dari Anggota Komisi VIII DPR, Atalia Praratya, yang sempat menjenguknya. Atalia mengungkapkan kesedihannya melihat langsung dampak kekerasan keji tersebut. "Struktur wajah korban rusak parah, ia telah kehilangan penglihatan, dan menderita luka berat akibat kekerasan yang tak manusiawi selama tiga tahun penyekapan," ujar Atalia, menyerukan keadilan bagi korban.
Kasus dugaan penganiayaan ini sendiri dilaporkan oleh pihak keluarga korban, diwakili oleh kakaknya, Melanie Silviani, ke Polda Jawa Barat pada Jumat pekan lalu, memicu penyelidikan intensif yang berujung pada penangkapan Taufik.




