Mahasiswa Jabar Turun Jalan Soroti Rupiah BBM

Mahasiswa Jabar Turun Jalan Soroti Rupiah BBM

Abcmarathinews.com – Gelombang protes mahasiswa kembali menggema di Kota Bandung. Baru-baru ini, sejumlah perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Barat menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jabar, Jalan Diponegoro. Mereka menyuarakan keresahan mendalam terkait berbagai persoalan yang kini membebani masyarakat, mulai dari kondisi ekonomi hingga kebijakan pemerintah.

Massa aksi, yang membawa berbagai spanduk dan poster, secara terang-terangan mengkritisi sejumlah kebijakan yang diterapkan oleh pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Isu-isu ekonomi menjadi sorotan utama, termasuk kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), program makan bergizi gratis (MBG), serta melemahnya nilai tukar mata uang Rupiah. Tak hanya itu, mereka juga menyoroti pengesahan Undang-Undang (UU) Polri yang memperpanjang usia pensiun polisi, memungkinkan penempatan di institusi lain, dan mengatur masa jabatan Kapolri. Desakan untuk menuntaskan janji reforma agraria juga menjadi bagian dari tuntutan mereka.

Mahasiswa Jabar Turun Jalan Soroti Rupiah BBM
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Ainul Mardhyah, Koordinator Front Mahasiswa Nasional (FMN) Bandung Raya, dalam orasinya menegaskan pentingnya mewujudkan reforma agraria sejati dan industrialisasi nasional sebagai solusi atas berbagai tekanan yang dihadapi rakyat. "Kami mendesak negara untuk menghentikan total program MBG, karena jelas ini menghabiskan banyak anggaran negara," ujarnya, sembari menambahkan bahwa program tersebut bahkan disebut telah menyebabkan insiden keracunan pada sejumlah anak dan warga. Selain itu, tuntutan penurunan harga BBM juga disuarakan, mengingat masyarakat berhak atas akses transportasi yang terjangkau, terutama di tengah lonjakan harga kebutuhan pokok.

Diketahui, pemerintah memang baru saja menaikkan harga BBM nonsubsidi. Pertamax (RON 92) kini dibanderol Rp16.250 per liter, Pertamax Green 95 Rp17.000 per liter, Pertamax Turbo Rp20.750 per liter, Dexlite Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp24.800 per liter. Sementara itu, harga Pertalite (BBM subsidi) tetap Rp10.000 per liter, dan Biosolar (BBM subsidi) Rp6.800 per liter.

Khallid Syhaeful, Ketua BEM UPI, menjelaskan bahwa aksi ini lahir dari keresahan kolektif mahasiswa terhadap kondisi bangsa yang dinilai sedang menghadapi berbagai tantangan serius. "Tujuan kami hari ini adalah membahas isu-isu yang sedang hangat di masyarakat," kata Khallid, seperti dikutip dari abcmarathinews.com. Ia menambahkan, aksi ini juga bertujuan menunjukkan bahwa keresahan terhadap kondisi negara tidak hanya dirasakan oleh segelintir kelompok, melainkan oleh banyak elemen masyarakat. "Kami ingin teman-teman memiliki kesadaran dan keresahan yang sama, bagaimana akhirnya pemerintah hari ini gagal dalam mengelola negara dengan baik," pungkasnya. Tuntutan yang dibawa mahasiswa merupakan hasil konsolidasi bersama berbagai kampus dan elemen masyarakat, yang kemudian mengerucut pada tiga sektor utama. Meskipun menyuarakan kritik keras, aksi unjuk rasa ini berlangsung tertib dan damai, di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian.

Follow Us

Klik untuk Ikuti kami di Google News

Terkait

Terkini